LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Air transportation
  Maret 2013 bandara Kuala Namu Medan beroperasi
Agriculture
  PTPN X bangun pabrik bioetanol Rp 467 Miliar
Electricity
  RI rayu Sharp investasikan sel surya senilai Rp 9 Triliun
Agriculture
  RNI rendemen Krebet baru II capai 9,2%
Infrastructure
  5 Proyek MP3EI butuh jaminan pemerintah
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 19/02/2010
6 Kontrak gas pipa US$ 540 Juta ditandatangani
Oil & gas

Enam kontrak jual beli gas pipa untuk kebutuhan domestik dengan volume lebih dari 75,90 triliun British Therma Unit (tBtu) senilai US$540 juta ditandatangani hari ini.

Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Budi Indianto mengatakan dari enam kontrak jual beli tersebut, penyerapan volume terbesar dilakukan oleh Pertamina yang dibeli dari anak usahanya di bidang hulu, yaitu Pertamina EP. Volume gas sebanyak 65,34 tBtu yang diserap Pertamina, tuturnya, akan digunakan untuk bahan baku proyek Natural Gas Liquids (NGL) di Sumatra Selatan, yang akan dibangun bersama antara Pertamina Gas dan E1 Korea Selatan.

"Kontrak gas untuk proyek NGL di Sumatra Selatan antara Pertagas dan E1 akan menambah pasokan elpiji untuk domestik dan kondensat," jelasnya.

Proyek NGL tersebut diperkirakan akan menelan investasi sebesar US$ 192 juta dengan kontraktor PT Tripatra Engineers and Contractor. Dengan kapasitas bahan baku 350 mmscfd, kilang yang dijadwalkan dibangun mulai Maret itu berupa elpiji campuran 540 ton per hari, propane 150 ton per hari, dan kondensat 2.150 barel per hari.

Adapun kontrak lainnya antara Pertamina EP selaku produsen dengan Medco E&P Indonesia. Gas sebanyak 1,39 tBtu akan digunakan Medco sebagai upaya peningkatan produksi minyaknya.

Dirut Medco E&P Indonesia Budi Basuki mengatakan gas tersebut akan digunakan untuk memproduksi minyak dari Lapangan Ibul di Blok South Sumatera Extention (SSE). Tingkat produksi di lapangan tersebut, katanya, saat ini baru mencapai 500 bph.

"Itu lapangan kecil saja dengan produksi 500 bph. Kontrak ini hanya amendemen dari sebelumnya tidak berkontrak, sekarang berkontrak dengan harga sekitar US$ 3,7 per juta Btu," katanya.

Kepala Divisi Pemanfaatan Minyak dan Gas Bumi BP Migas Ira Miriawati mengatakan penandatanganan kontrak jual beli gas saat ini lebih didominasi oleh BUMD. Menurut dia, keterlibatan BUMD tersebut merupakan perkembangan positif bagi pemerataan pemanfaatan gas domestik.

"Dari enam kontrak yang ada, 4 pembelinya merupakan perusahaan daerah," katanya.

PT Pelangi Cakrawala Losarang merupakan perusahaan daerah di Jawa Barat yang akan memanfaatkan gasnya untuk industri di sekitar Losarang, Indramayu. Adapun PT Tossa Sakti dan PT Gresik Migas masing-masing akan menghidupi industri di Jawa Tengah dan Gresik, Jawa Timur.

"Sedangkan PT Malamoi Olom Wobok merupakan BUMD Sorong yang akan menyalurkan gas untuk ketenagalistrikan di Sorong," tutur Ira.
 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :