|
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji krisis listrik yang terjadi di luar Pulau Jawa akan dapat diatasi secara darurat pada Agustus 2010. Salah satunya adalah dengan menyewa genset listrik dengan total kapasitas 700 MW. "Agustus semua daerah teratasi secara darurat dengan cara yang sedikit agak mahal. Tetapi apa boleh buat," tutur Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan.
Untuk menyewa genset, PLN menganggarkan dana sebesar Rp 2 triliun per tahun. Rencananya sewa genset ini hanya akan dilakukan selama dua tahun guna mengatasi krisis listrik di luar Pulau Jawa. "Kalau diatasi dengan membangun pembangkit listrik sendiri, harus menunggu dua tahun. Rakyat enggak bisa menunggu," tuturnya. Setelah melakukan inventarisasi, PLN memperoleh data wilayah-wilayah yang masih krisis listrik, seperti Maluku, Bangka, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Secara paralel, PLN juga berencana membangun sebanyak 150 unit PLTU. Dengan demikian, setelah sewa genset selesai, pasokan listrik akan diambil alih oleh PLTU. "Agar ketika persewaan genset itu selesai diambil alih PLTU," paparnya. Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsuddin menuturkan, dana yang dikeluarkan oleh PLN untuk menyewa genset hanya untuk biaya operasi saja. Selain itu sewa genset hanya sampai pembangkit listrik dari Program 10.000 MW tahap I masuk semua. "Dana yang dikeluarkan hanya biaya operasi dan bukan investasi baru karena dibayar per kwh atas listrik yang dibangkitkan. Tambahan setahun itu sekitar Rp2 triliun," tutur Murtaqi.
|