LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Mining
  Antam masih kaji proyek nikel di Mandiodo
Oil & gas
  Bor 21 sumur produksi PHE WMO
Electricity
  RI butuh 80.000 MW tenaga listrik sampai 2025
Properti
  Garap total 43 proyek properti
Marine transportation
  600 Kapal bodong urus dokumen impor
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 12/02/2010
Medco siap realisasikan PLTP Sarulla
Geothermal

PT Medco Energi International Tbk melalui anak usahanya, PT Medco Power Indonesia, segera merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara segera setelah ada kesepakatan soal penyesuaian harga jual listrik US$ 6 sen per kilowatthour (kWh).

Direktur Operasi Medco Energi Lukman Mahfoedz mengungkapkan, pihaknya bersama mitra konsorsium Ormat Technologies AS, Kyushu Electric, dan Itochu Corporation Jepang segera merealisasikan pembangunan PLTP Sarulla sesuai komitmen. Namun, pembangunan PLTP itu belum bisa dilakukan karena Medco dan mitra konsorsium masih merundingkan penyesuaian harga jual listrik PLTP Sarulla dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kami masih menunggu hasil negosiasi tarif listrik dari pembangkit ini. Kalau tarif sudah disepakati bersama, kami segera merealisasikan komitmen untuk membangun PLTP Sarulla dengan kapasitas awal 3x110 megawatt (MW)," ujar Lukman.

Direktur Utama Medco Power Fazil Alfitri secara terpisah membenarkan bahwa terjadi kesepakatan soal harga penyesuaian PLTP Sarulla dengan PLN. Penyesuaian harga itu masih dalam tahap negosiasi . "Belum sampai pada kesepakatan bersama, masih dalam tahap negosiasi," jawabnya singkat.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono sebelumnya mengatakan, persetujuan penyesuaian harga PLTP Sarulla dari US$ 4,6 sen per kWh menjadi US$ 6 sen per kWh sebenarnya sudah final. Namun, PLN belum menyampaikan secara formal persetujuan harga baru tersebut, karena tidak mempunyai payung hukum untuk menetapkan penyesuaian harga itu.

Purwono menambahkan, masalah dasar hukum untuk penyesuaian harga itu akan diatasi dengan opini dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penyesuaian harga yang diminta sekitar US$ 6 sen per kWh itu merupakan harga yang wajar untuk pengembangan PLTP Sarulla saat ini. Pemerintah menanti PLN mengajukan permohonan persetujuan harga itu, yang disertai rekomendasi dari BPKP.

Proyek PLTP Sarulla diperkirakan menghabiskan dana sedikitnya US$ 800 juta atau hampir Rp 8 triliun. Dalam proyek itu, Medco memiliki 37,5% saham, Itochu Corporation 25%, Kyushu Elekctric Power Inc 25%, dan Ormat International Inc 12,5%. Sebagian dana proyek tersebut berasal dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Lembaga keuangan dari Jepang itu rencananya menanggung biaya sekitar 70% dari total investasi.

Menurut rencana, kapasitas terpasang PLTP Sarulla ke depan dikembangkan menjadi 1.000 MW dengan investasi hampir US$ 2,4 miliar. Namun, pengembangan proyek tersebut direncanakan dalam beberapa tahap.
 


SEKTOR GEOTHERMAL LAINNYA :