LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Sugih siap akuisisi blok Rp 2,07 Triliun
Manufaktur
  Investor China bangun smelter alumunium US$ 7,1 Miliar di Kalbar
Infrastructure
  JICT tambah alat bongkar muat peti kemas
Electricity
  PLTU Pemalang terkendala RTRW
Properti
  Allianz Tower segera rampung
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Thu, 04/02/2010
Merpati king of propeller di Indonesia
Air transportation

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) focus melayani rute-rute penerbangan jarak pendek atau rute perintis dengan pesawat baling-baling, terutama untuk wilayah Indonesia bagian timur. Dengan harapan dapat membidik kapasitas angkut penumpang menjadi 12 ribu kursi per tahun mulai tahun 2010. Saat ini, kapasitas angkut baru sekitar enam ribu per tahun.

"Mulai Januari 2010, kami targetkan bisa menjual 10 ribu kursi. Selanjutnya, mulai pertengahan tahun 2010, kami akan menggandakan kapasitasnya menjadi 12 ribu kursi per tahun," kata Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti.

Guna memenuhi target tersebut, Merpati berencana penambahan armada pesawat sebanyak enam pesawat jet dan 22 pesawat berbaling-baling (propeller). Dengan demikian, Merpati akan memiliki 14 pesawat jet dan 35 pesawat berbaling-baling hingga akhir tahun 2010.

"Seluruh pesawat itu didanai dengan leasing (sewa guna usaha), jadi kami hanya butuh dana untuk modal kerja sekitar 40 miliar rupiah dari kas internal," ujarnya.

Merpati berencana mendatangkan sekitar 22 pesawat hingga tahun 2010 untuk menambah armada perseroan. Sebanyak 15 pesawat dengan jenis MA6 didatangkan dari Xian Aircraft, sedangkan 7 sisanya berupa ATR 72 dari Perancis.

Ia mengatakan, sebanyak 13 pesawat MA60 akan didatangkan bulan Desember tahun ini, sedangkan sisanya menyusul tahun depan. Sementara pesawat ATR 72 secara bertahap akan mulai didatangkan hingga bulan Mei 2010 sebanyak 5 armada.

Dengan adanya tambahan armada tersebut, maka diharapkan BUMN aviasi itu bisa melayani rute di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. "Kalau tahun depan sudah ada tambahan 22 propeller, kita akan jadi king of propeller di Indonesia," ujarnya.
 


SEKTOR AIR TRANSPORTATION LAINNYA :