LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 


 


 


 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Properti
  Bailey’s Lagoon rampung 2015
Infrastructure
  22 Ruas tol mangkrak didesak dirampungkan
Air transportation
  Cardig tambah 2 pesawat
Infrastructure
  Proyek SPAM Umbulan, groundbreaking ditargetkan 2014
Mining
  26 Perusahaan kontrak batubara tunda produksi
 
 


 




 
 






BREAKING NEWS
Mon, 01/02/2010
WIKA berencana membangun pabrik besi beton Rp 600 Miliar
Manufaktur


PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) semakin agresif menggeluti bisnis kontruksi. Perusahaan pelat merah ini berencana membangun pabrik pengolahan bijih besi di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo mengatakan, pembangunan pabrik bijih  besi dan pabrik aspal akan dimulai tahun ini. "Saat ini masih dalam kajian, apakah bisa mendukung kinerja hingga menjadi efisien atau tidak," katanya.

General Manager WIKA Nur Al Fata menambahkan, pembangunanya dalam dua tahap dan dimulai akhir 2010. Tahap pertama, WIKA membangun pabrik yang mengolah bijih besi hingga menjadi billet. Tahap kedua, membangun pabrik yang mengolah billet menjadi besi beton. "Nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 600 miliar," imbuhnya.

Nantinya, WIKA tak sendiri menanggung pendanaan proyek tersebut. Mereka akan menggandeng perusahaan lain dan membentuk perusahaan patungan. "Kami masih membicarakannya dengan satu perusahaan lokal," ujar Nur. Porsi saham masing-masing perusahaan masih dalam tahap pembicaraan. Yang pasti, WIKA ingin menjadi pemegang saham mayoritas.

Keberadaan pabrik besi beton ini akan membuat kinerja WIKA menjadi lebih efisien. Sebab, mereka terhindar dari gejolak harga besi beton. Pasokan besi beton juga terjamin. Maklum, setiap tahun, WIKA membutuhkan lebih dari 30.000 ton besi beton. Pabrik baru itu memiliki kapasitas produksi 60.000 ton.

WIKA juga akan membangun pabrik aspal di Buton, Sulawesi Tenggara. "Semoga bisa beroperasi 2011," imbuh Nur. Total kebutuhan dana pabrik ini Rp 200 miliar, yang terdiri dari biaya pembangunan pabrik Rp 120 miliar dan sisanya biaya pembangunan infrastruktur berupa jalan dan pelabuhan.

Pembangunan pabrik aspal ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman WIKA dengan pemerintah daerah serta sejumlah pemegang kuasa Penambangan aspal di Pulau Buton. Pabrik ini bakal memproduksi 1 juta ton aspal per tahun. "Kini kebutuhan aspal dalam negeri 1,5 juta ton dan Pertamina hanya sanggup memasok 600.000 ton," kata Nur.

Edwin Sebayang, Kepala Riset Bhakti Securities, menilai positif ekspansi usaha WIKA itu. WIKA harus mencari mitra yang bagus. "Jangan sampai bisnis konstruksi malah ditinggalkan," imbuhnya.
 
NEWS SEKTOR MANUFAKTUR LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (24-04-2014) : 512
JUDUL TENDER (24-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 


 
All Rights Reserved © Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com