LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Pemenang WK Joint Study diumumkan Oktober
Air transportation
  Kemenhub diminta perluas bandara Binaka Nias
Oil & gas
  Pembangkit listrik gas metan batubara pertama di Indonesia mulai operasi
Mining
  Semen Gresik incar tambang batubara
Land transportation
  Kemenhub siap bangun rel ganda Cirebon-Kroya
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 27/01/2010
Intech Inc & KPWN bangun pabrik bioenergi Rp 200 Miliar
Agriculture

Koperasi Perumahan Wanabhakti Nusantara (KPWN) bekerja sama dengan perusahaan swasta Korea Selatan, GY Intech Inc, menanam jati dan sorgum seluas 20.000 hektare serta membangun pabrik bioenergi dengan investasi Rp 200 miliar.

"Yang ditanam pohon jati dan sorgum serta menghasilkan 1.000 liter bioenergi per hari dari tanaman sorgum seluas 4-6 hektare," ujar Ketua KPWN, Dibyo Poedjawadi.

Salah satu program pengembangan tanaman sorgum, katanya, ditanam di Kalimantan Timur yang luasnya 10.000 ha. Penanamannya dilakukan dengan sistem tumpang sari di antara tanaman hutan kayu yang masih produktif.

Nilai investasi Rp 200 miliar itu, katanya termasuk melakukan penanaman di areal seluas 20.000 ha dan pabrik bioenergi. "Nilai itu perhitungan sementara, mungkin bisa bertambah, tergantung perkembangannya ke depan," tuturnya.

Kerja sama badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungan Kementerian Kehutanan ini akan membentuk badan usaha baru. "Badan usaha baru dalam bentuk PMA itu dibentuk dalam waktu dekat ini. Masih dalam proses hukum di Kementerian Hukum dan HAM," katanya.

Kerja sama penanaman pohon yang menghasilkan bioenergi ini, lanjutnya, melibatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. "Penanaman jati dan sorgum dimulai pada musim tanam November 2010. Sekarang mendekati akhir musim hujan," ungkapnya.

Perusahaan ini, lanjut Dibyo, akan memenuhi kebutuhan pangan bagi manusia dan hewan serta energi yang bermanfaat bagi masyarakat. "Tiga manfaat sekaligus yang akan dihasilkan dari kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan tersebut."
 


SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :