|
PT Bakrie and Brother Tbk diisyaratkan akan memperoleh perpanjangan waktu pembangunan ruas pipa transmisi gas Kalimantan-Jawa (Kalija) meskipun perusahaan itu telah mendapatkan sinkronisasi ruas itu hingga 30 April 2010.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tubagus Haryono mengungkapkan pemerintah akan mempertimbangkan perpanjangan waktu sehingga proyek pembangunan pipa Kalija yang menghubungkan Bontang-Semarang itu tetap berjalan.
"Kami akan mempertimbangkan untuk izin mereka (Bakrie and Brothers) diperpanjang waktunya. Sekarang bagaimana proyek ini bisa jalan," ujarnya.
Hanya saja, tegasnya, keputusan soal perpanjangan waktu bagi Bakrie and Brothers itu akan ditetapkan dalam pembahasan di sidang komite.
Namun, Bakrie and Brothers juga telah menyatakan tetap berkomitmen untuk melanjutkan proyek tersebut.
Proyek pembangunan ruas pipa transmisi gas Kalija yang menghubungkan Bontang-Semarang oleh Bakrie and Brothers ditetapkan setelah perusahaan itu berhasil memenangi lelang hak khusus pembangunan dengan mengalahkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Barata Indonesia.
Bakrie Brothers menang dengan menawarkan sewa atau toll fee terendah, yaitu US$ 0,84 per juta Btu, dibandingkan dengan pesaingnya masing-masing US$ 0,98 per juta Btu dan US$ 1,1 per juta Btu.
Pipa dengan dimensi 36 inci dan kapasitas angkut 700-1.000 MMscfd itu direncanakan untuk mengangkut gas dari Bontang ke Semarang.
Dari jalur pipa itu, gas kemudian ditransmisikan ke saluran Pulau Jawa melalui pipa Semarang-Cirebon milik PT Rekayasa Industri dan Semarang Gresik milik Pertamina (Persero).
Anggota Komite BPH Migas Hanggono T Nugroho sebelumnya mengungkapkan status Bakrie and Brothers sebagai pemenang lelang hak khusus untuk pembangunan jaringan transmisi gas Kalija bisa saja dicabut apabila perusahaan itu masih tidak berhasil menunjukkan kemajuan pelaksanaan proyek.
Namun, belakangan diketahui Bakrie and Brothers meminta perpanjangan waktu pelaksanaan pembangunan ruas pipa transmisi gas Kalija yang diperkirakan menelan investasi senilai US$ 1,2 miliar. |