|
Porsi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) (PGN) di proyek LNG receiving terminal mencapai 40% dengan nilai total investasi keseluruhan sebesar US$ 150 juta.
Perseroan menyiapkan dana sekitar US$ 60 juta atau sekitar Rp 570 miliar untuk membiayai pembangunan LNG receiving terminal di Jawa Barat.
Direktur Keuangan PGN Riza Pahlevi Tabrani menuturkan perseroan menyiapkan dana dari internal dan eksternal untuk memenuhi keperluan tersebut.
"Namun, kami masih melakukan negosiasi untuk memastikan angka kepemilikan yang tepat di LNG receiving terminal itu. Angka 40% masih bisa berubah," ujarnya.
Menurut Riza, dana yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas itu mencapai US$ 150 juta. Perusahaan lain yang ikut dalam pembangunan proyek tersebut adalah PT Pertamina (Persero) yang menguasai sekitar 60% saham.
LNG reveiving terminal yang berada di Jawa Barat akan menyuplai kebutuhan gas bagi pelaku usaha di kawasan tersebut, serta pembangkit listrik milik PLN.
Sebelumnya, PLN sempat menyatakan ingin bergabung dalam konsorsium ini. Namun, beberapa waktu lalu, PLN menyatakan mundur.
PGN mencari pinjaman bank untuk memenuhi pendanaan LNG receiving terminal, dengan skema sekitar 30% internal dan sisanya pinjaman. |