|
Setelah lama tertunda, rencana PT Trada Maritime (TRAM) membeli kapal baru bakal segera terlaksana tahun ini. Sebab, TRAM sudah mengantongi kontrak besar dengan beberapa perusahaan minyak dan gas (migas).
Rencana TRAM untuk membeli kapal baru sudah muncul sejak Juni 2009 silam. Namun, Direktur Keuangan TRAM Adrian Sjamsul mengungkapkan, pembelian kapal tersebut tertunda karena kontrak pengangkutan melalui jalur air sepanjang 2008-2009 sepi. "Kami melihat bagaimana kondisi pasar. Pembelian kapal dilakukan sesuai dengan kebutuhan kontrak," kata Adrian.
Tahun 2010 ini, TRAM gencar mencari kontrak pengangkutan ke sejumlah institusi pemerintah maupun swasta. Adrian bilang TRAM tengah dalam pembicaraan dengan beberapa pihak. "Kontraknya macam-macam mulai dari pengangkutan batubara, tanker dan lainnya," jelasnya.
Awal tahun ini, TRAM sudah meneken kontrak jasa pengangkutan dengan British Petroleum. Namun, Adrian enggan menyebutkan berapa nilai kontrak itu. "Saya lupa nilainya. Tapi, kami disewa untuk kebutuhan Kilang Tanggung di Papua," ucap dia.
TRAM juga memiliki dua kontrak baru dengan Pertamina. Kontrak tersebut memiliki jangka waktu antara 5 tahun-7 tahun. "Untuk kontrak ini, kapal yang digunakan jenis large range, dibeli senilai US$ 15 juta," ucap dia.
Setelah mengantongi kontrak-kontrak tersebut, TRAM menargetkan pendapatan perusahaan di tahun 2010 bisa mencapai Rp 600 miliar. Oleh karena itu, ia berharap pada Februari mendatang armada kapal baru TRAM sudah siap.
TRAM akan membeli kapal seharga US$ 400 miliar. Sebagian dana pembelian kapal tersebut berasal dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) TRAM pada September 2008 silam. Pada saat itu, TRAM melepas 45,61% saham dan meraup dana Rp 500 miliar.
Catatan saja, pendapatan TRAM hingga akhir September 2009 mencapai Rp 256,46 miliar, naik 27,85% dari pendapatan di tahun sebelumnya. Adapun laba bersih meningkat 20,15% dari Rp 36,53 miliar menjadi Rp 80,42 miliar. |