|
Tahun ini, bisnis perusahaan galangan kapal plat merah, PT PAL Indonesia, kembali menggeliat. Setelah sempat melempem karena minimnya pesanan dan modal selama 2009, pada awal tahun ini, PT PAL memperoleh 16 kontrak pembuatan kapal.
Sebagian besar kapal yang dipesan merupakan kapal angkutan barang komoditas seperti kapal curah dan kapal kargo.
Berkat pesanan di awal tahun ini, Direktur Utama PT PAL Harsusanto optimistis, perusahaan yang dikelolanya bisa meraup untung. Maklum, tahun lalu, PT PAL rugi Rp 23 miliar. "Ada yang (pesan) dari Italia, ada dari Jerman," ujar Harsusanto.
Pada tahun ini, Harsusanto berharap, PAL setidaknya bisa memperoleh laba bersih hingga Rp 15 miliar.
PT PAL ingin menghimpun pendapatan sampai Rp 1,6 triliun selama tahun 2010 ini. Harsusanto yakin, pendapatan itu bisa diraih dari proyek-proyek kapal baru yang tengah diincar perusahannya. Misalnya, kapal pengangkut Elpiji untuk PT Pertamina.
Menurut Harsusanto, kapal pengangkut Elpiji yang bobotnya sampai 22.000 Dead Weight Ton (DWT) dan 35.000 DWT itu termasuk kapal dengan teknologi tinggi. Tapi, kapal jenis ini sudah bisa dibuat di dalam negeri. "Kapal tipe ini belum pernah dibuat di dalam negeri, padahal kita sanggup," ujar Harsusanto.
Makanya, pekan depan, PT PAL akan ikut dalam tender pengadaan kapal pengangkut Elpiji Pertamina.
Selain itu, PT PAL juga mulai mengerjakan pesanan dari luar negeri. "Sekarang sedang kami coba dengan pihak luar negeri, seperti menggarap kapal bulk carrier dari Jerman," lanjut Harsusanto.
Optimisme Harsusanto untuk mendapatkan untung pada tahun ini memang cukup masuk akal. Sebab, perusahaan yang sempat tidak dapat membuat kapal karena ketiadaan modal ini sudah mendapat suntikan dana dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar Rp 427 miliar pada Oktober 2009.
Meski demikian, PAL baru mendapatkan sebagian kucuran dana itu pada Desember tahun lalu. Menurut Harsusanto, ada dua skema pinjaman yang disodorkan PPA untuk mengembalikan duit Rp 427 miliar ini. "Satu untuk restrukturisasi korporasi, satu lagi untuk proyek," kata dia.
Sayang, manajemen Pertamina belum bersedia mengomentari minat PT PAL untuk mengikuti tender kapal pengangkut Elpiji Pertamina tersebut. "Saya tidak dapat memberikan komentar tentang itu karena kewenangannya ada di pihak lain. Mungkin bagian perkapalan atau gas," kata Direktur Utama PT Pertamina Tongkang (PTK) Djaelani Sutomo.
|