|
Pemerintah akan menunggu hasil pra studi kelayakan yang dilakukan Tim Khusus Jembatan Selat Sunda (Tim Khusus JSS) atau dikenal dengan tim panitia kerja nasional pembangunan Jembatan Selat Sunda (Tim Pokja Nasional JSS) untuk melaksanakan pembangunan JSS.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak mengatakan, pembangunan JSS yang memiliki panjang 31 kilometer (km) tidak hanya akan menemui kesulitan dalam pendanaan, namun juga dalam proses konstruksinya. Proses konstruksi akan menemui kesulitan yang sangat tinggi, karena menyangkut pembangunan bentang tengah jembatan yang mencapai 2,9 km.
"Kami yakin jembatan itu masih bisa dibangun, meski ada kesulitan dana maupun proses konstruksi. Untuk semua itu, kami akan sangat mengandalkan hasil pra studi kelayakan JSS yang nantinya akan dilakukan tim khusus JSS," jelas dia.
Menurut Hermanto, jika hasil prastudi kelayakan tim khusus itu menyimpulkan bahwa jembatan dianggap layak untuk dilanjutkan, maka kemungkinan pekerjaan fisik konstruksinya baru bisa dimulai 2014 dengan kurun waktu hingga lima tahun.
"Proses pembuatan bentang jembatan kami nilai menjadi faktor kendala terberat. Belum lagi ketinggian bangunan yang bisa mencapai 200 meter dari dasar hingga permukaan air laut," kata dia. |