|
PT Jasa Marga Tbk memprioritaskan penyelesaian pembangunan delapan ruas tol baru dengan total investasi di atas Rp 20 triliun pada 2010. Lebih dari separuh ruas tol tersebut kini sudah memasuki tahap konstruksi dan sisanya masih dalam proses pembebasan lahan.
Sementara itu, pada tahun yang sama, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh hingga 22% menjadi Rp 4,4 triliun, dibanding realisasi pendapatan 2009 yang mencapai Rp 3,6 triliun. Biaya modal (capital expenditure/capex) pada 2010 dianggarkan Rp 3 triliun, lebih dari separuhnya digunakan untuk membiayai pembangunan delapan ruas tol baru.
Direktur Utama Jasa Marga Frans Setyaki Sunito mengatakan, kedelapan ruas tol yang diprioritaskan penyelesaian pembangunannya itu merupakan tol yang konsesinya dipegang Jasa Marga. Rinciannya, tol Bogor Ring Road (BRR) seksi II dan III sepanjang 11 kilometer (km), tol Semarang-Solo seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 10,9 km, tol JORR II Serpong-Kunciran (11.2 km), tol JORR II Kuciran-Cengkareng (15,2 km), tol JORR W2 Ulujami-Kebon Jeruk (7.7 km), tol Surabaya-Mojokerto seksi IA Dukuh Menanggal-Interchange Waru sepanjang 2,4 km, dan relokasi tol Porong-Gempol (10 km).
Frans Sunito menjelaskan, tol Semarang-Solo seksi I dan tol Surabaya-Mojokerto seksi IA dipastikan sudah bisa beroperasi pada triwulan kedua 2010. Saat ini, pada kedua ruas tol tersebut kegiatan fisik telah rampung lebih dari 75%. Khusus untuk tol JORR W2 saat ini proses pembebasan lahan tengah diselesaikan pemerintah dan konstruksi dimulai awal semester kedua 2010. Tol JORR W2 nantinya akan terhubung dengan tol JORR W1 (Ulujami-Kebon Jeruk) yang dipastikan rampung pertengahan Januari 2010. Di tol JORR W1, Jasa Marga hanya memiliki saham 23%.
"Selesainya tol JORR W1 dan W2 maka akan menghubungkan lima ruas tol kami yang beroperasi, yakni Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Jakarat-Serpong, Jakarta-Tangerang, dan tol Sediyatmo (Bandara Soekarno Hatta). Ini secara tidak langsung akan mendongkrak trafik kendaraan di tol-tol tersebut, "jelas dia. |