LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Manufaktur
  8 Perusahaan semen siap beroperasi
Marine transportation
  Proyek pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto
Oil & gas
  Pupuk butuh gas 1.000 MMscfd
Marine transportation
  PT DRU siap serahkan Sabuk Nusantara 34
Infrastructure
  Rp 75 Miliar biaya tol Palembang-Indralaya dari APBD
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Mon, 25/05/2009
Proyek batubara Rp 7,2 Triliun
Mining

PT Petrosea Tbk (PTRO) tengah menangani sejumlah proyek pertambangan batubara milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Noble Group, dan Santan di Kalimantan Timur. Nilai kontraknya mencapai US$ 705 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Petrosea akan menangani proyek PT Gunung Bayan Pratama Coal, anak usaha Bayan Resources, senilai US$ 315 juta (Rp 3,2 triliun).

Petrosea juga menggarap proyek PT Sanga Coal Indonesia di pertambangan batubara Sanga-Sanga, Kaltim, senilai US$ 140 juta (Rp 1,4 triliun). PT Sanga Coal merupakan anak usaha Noble Energy Inc, perusahaan energi milik Noble Group Hong Kong.

Selain proyek Sanga dan Gunung Bayan, Petrosea yang merupakan kontraktor pertambangan juga mengerjakan proyek PT Santan Batubara senilai US$ 250 juta (Rp 2,57 triliun). Saat ini, sekitar 50% saham Santan dimiliki Petrosea.

Petrosea juga mendapatkan kontrak senilai US$ 52,5 juta untuk pengeboran minyak dan gas bumi di lepas pantai. Proyek itu diperoleh dari Total Indonesia, ENI Bukat, Halliburton, Chevron, dan Exxon Mobil.

Perseroan juga membangun terminal batubara di Bontang (Bontang Coal Terminal Expansion Stage 1 & 2) milik PT Indominco Mandiri, anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Nilai kontrak bisnis rekayasa dan konstruksi itu sebesar US$ 38,4 juta.

Pada Maret 2009, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan Clough International menandatangani perjanjian jual beli 81,95% saham Petrosea senilai US$ 83,8 juta. Namun, ketika ditanya mengenai pengembangan usaha Petrosea setelah akuisisi,Vice President Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai enggan berkomentar. "Saya belum bisa komentar dulu karena akuisisinya baru selesai Juni tahun ini," kata dia.

Direktur Utama Petrosea Micky A Hehuwat mengungkapkan, pihaknya tengah mengincar kontak baru senilai US$ 550 juta.

Menurut dia, perseroan membidik kontrak di sektor konstruksi senilai US$ 250 juta untuk jangka dua tahun dan kontrak di sektor pertambangan sebesar US$ 300 juta selama lima tahun. Lokasi proyeknya ditargetkan dekat dengan kontrak sebelumnya di Kalimantan.
 
NEWS SEKTOR MINING LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (17-04-2014) : 540
JUDUL TENDER (17-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com