LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Mining
  Pabrik Meratus Jaya senilai US$ 150 Juta beroperasi akhir 2012
Mining
  Bumi Resources gelontorkan US$ 200 Juta
Land transportation
  Busway layang Ciledug-Blok M Rp 1,4 T segera dibangun
Marine transportation
  New Tanjung Priok tahap I mulai dibangun, beroperasi akhir 2014
Oil & gas
  Pertamina tegaskan komitmen atas West Madura
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Fri, 05/10/2012
Ekspor kakao bulan September 2012 melejit
Agriculture

Volume ekspor biji kakao pasar September 2012 mengalami lonjakan 64% dibanding bulan sebelumnya Agustus 2012.  Soalnya,  permintaan kakao dari pasar ekspor meningkat,  yakni untuk persiapan perayaan Natal dan tahun baru.  Kebetulan serapan biji kakao dari industri pengolahan dalam negeri juga menurun.   

Data Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) menunjukkan,  ekspor biji kakao pada September 2012 mencapai 21.024,56 metrik ton (MT),  naik 64% dibandingkan Agustus 2012 sebesar 4.568,42 MT.  Bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,  ekspor biji kakao pada September 2012 naik 37%.
  

Firman Bakrie,  Sekretaris Eksekutif Askindo mengatakan,  industri pengolahan cokelat dalam negeri memang sedang menurunkan pembelian.  Alasannya,  pada kuartal I dan kuartal II tahun ini industri pengolahan kakao lokal telah banyak membeli biji kakao karena harga relatif murah.  Untungnya,  menurut Firman,  permintaan cokelat pada akhir tahun juga meningkat.
  

Menurut Firman,  hingga semester I-2012 harga kakao dalam negeri berada dikisaran Rp 17.000 per kg.  Namun sejak September 2012,  harga kakao meningkat 17,6% menjadi Rp 20.000 per kg.  Dengan kenaikan harga itu,  dia memperkirakan volume ekspor biji kakao sampai akhir tahun relatif stabil.
  

Pieter Jasman,  Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) bilang,  tingginya ekspor biji kakao pada September 2012 lebih karena masuknya musim panen.  "Saat ini dibeberapa daerah masih musim panen," katanya.  Apalagi,  berdasar perhitungan AIKI,  produksi biji kakao dalam negeri melebihi kebutuhan industri.
  

Tahun ini produksi kakao dalam negeri diproyeksi mencapai 500.000 ton,  sementara kebutuhan untuk industri pengolahan sebanyak 400.000 ton.  Tidak hanya eskpor biji kakao yang naik,  ekspor kakao olahan juga mengalami peningkatan.
  

Data Kementerian Perdagangan (Kemdag) menunjukkan,  volume ekspor kakao olahan pada Januari-Juli 2012 mencapai 121.000 ton,  naik 37,5% dibandingkan periode sama 2011 sebesar 88.000 ton.  Volume ekspor akan semakin besar lagi karena adanya ekspansi pasar sejumlah perusahaan pengolahan kakao,  seperti PT Bumitangerang Mesindotama.
  

Perusahaan ini berniat melakukan eskpansi bisnis ke Serbia untuk bisa mengekspor kakao bubuk.  "Tahun depan kita harapkan dapat dilakukan," kata Piter.
  

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari,  anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).  

 
NEWS SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (17-04-2014) : 540
JUDUL TENDER (17-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com