|
Produksi minyak dan gas Star Energy dari Blok Kakap di Laut Natuna cenderung menurun. Maklum, blok migas tersebut sudah tergolong tua. Karena itu, untuk mendongkrak kembali penurunan produksi, Star Energy akan meningkatkan kegiatan eksplorasi.
Saat ini, produksi minyak dari Blok Kakap kurang lebih 4.000 barrel oil per day (bpod), sementara produksi gas sekitar 42 million metric standard cubic feet per day (mmscfd). "Blok Kakap ini memang sudah tua (mature) karena mulai ditemukan sejak 1985," ujar Yudi Pringadi, Manajer Hubungan Eksternal Star Energy.
Star Energy saat ini sedang melakukan persiapan. Eksplorasi direncanankan pada awal tahun depan dengan fokus di bagian utara Blok Kakap. "Memang kami memerlukan eksplorasi baru karena produksi di sumur tua itu cenderung menurun," ujar Yudi.
Dia enggan memerinci nilai investasi yang disiapkan perusahaan ini untuk kegiatan eksplorasi tersebut. Alasannya, saat ini Star Energy masih mengajukan rencana kerja dan rencana anggaran tahun 2013 kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
Star Energy menjual minyak maupun gas hasil produksi dari blok ini ke Singapura. Perusahaan migas ini mengirimkan gas ke Singapura melalui jaringan pipa West Natuna Transportation System. Selain mengalirkan gas milik Star Energy, jaringan gas milik Star Energy, jaringan pipa ini juga menyalurkan gas dari ConocoPhillips dan Premier Energy ke Singapura.
Selain mengoperasikan Blok Kakap, Star Energy juga mengoperasikan Blok Sebatik di Kalimantan Timur. Star Energy dan Blok Sekayu yang terletak di Sumatera Selatan.
Di Blok Sebatik yang terletak di laut lepas (offshore), Star Energy baru saja menyelesaikan kegiatan seismik. Saat ini manajemen perusahaan itu sedang menginterpretasikan data seismik tersebut. Sedangkan untuk Blok Sekayu yang terletak di daratan (onshore), kegiatan seismik sedang berjalan.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|