|
(Sumatra Selatan) Manajemen PT Semen Baturaja menargetkan sudah bisa memulai investasi pembangunan pabrik semen baru Muaradua Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tahap pertama mencapai 1 juta ton per tahun.
Satu-satunya pabrik semen di wilayah Sumatra Bagian Selatan itu memerlukan tambahan kapasitas produksi dari yang ada saat ini yang baru 1,5 juta ton untuk memenuhi permintaan pasar di area jangkauan pasarnya yang cenderung terus meningkat kegiatan pembangunan infrastruktur dan bangunannya.
Kepala Bagian Humas PT Semen Baturaja Zulman Jamal mengatakan untuk saat ini saja pihanya sudah tidak mampu memenuhi permintaan di Sumbagsel dengan kapasitas produksi yang hanya mampu berproduksi 1,5 juta ton per tahun.
"Pabrik yang kini beroperasi itu sudah mulai tua dan kapasitasnya cuma 1,5 juta ton. Jadi pabrik baru di Ogan Komering Ulu itu sudah mendesak untuk dibangun. Kami rencananya akhir tahun ini segera membebaskan lahan yang mencapai 3000 hektare dan sekaligus berbarengan dimulainya pekerjaan pembangunan pabriknya," katanya.
Dia menambahkan lahan 3000 ha itu termasuk lahan yang menjadi deposit bukit kapur untuk kebutuhan bahan baku utama untuk memproduksi semen yang diperkirakan mampu menunjang kegiatan produksi selama 150 tahun tersebut.
Saat ditanyakan berapa kebutuhan dana untuk kegiatan investasi pabrik baru itu, Zulman masih enggan menyebutkannya karena beralasan masih dalam pembahasan internal perusahaan untuk menetapkan biayanya.
Dia menambahkan sumber pendanaannya juga masih dalam pembahasan internal yang belum bisa dibuka kepada publik karena menunggu pematangannya.
Sebagai perbandingan, kelompok PT Semen Gresik Tbk membangun pabrik baru di Sumatera (Pabrik SGG-III) dan Pabrik SGG-IV di Jawa dengan kapasitas masing-masing sebesar 3 juta ton per tahun diproyeksikan menelan dana Rp 3,25 triliun atau US$ 352,09 juta dan Rp 3,717 triliun atau US$ 402,59 juta.
Dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun, investasi untuk Pabrik SGG-III di Sumatera setara dengan dengan US$ 117,36 per ton dan investasi untuk Pabrik SGG-IV setara dengan US$ 134,20 per ton.
Terkait dengan pembangunan pabrik baru Semen Baturaja itu, kata Zulman, diharapkan sudah bisa beroperasi setahun setelah kegiatan pembangunannya dimulai sehingga bisa segera mengisi kekurangan pasokan untuk pasar Sumbagsel.
Dia menambahkan kalau pabrik baru itu bisa dibangun akan bisa mengurangi defisit pasokan semen di wilayah Sumbagsel. Bahkan lebih dari itu, tuturnya, Semen Baturaja bisa masuk ke pasar Jabodetabek yang memerlukan pasokan semen paling besar di Indonesia.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD). |