|
Pemerintah Indonesia mendapatkan hibah sebuah sistem Project Marine Electronic Highway (MEH) Data Center IT System dari International Maritime Organizatio (IMO) senilai 500 Ribu Euro.
Dirjen Perhubungan Laut, Leon Muhammad mengatakan sistem ini akan dipasang antara Selat Malaka dan Selat Singapura. Fungsi sistem adalah mendeteksi pergerakan-pergerakan yang terjadi di selat-selat tersebut.
"Nanti kelihatan pergerakan-pergerakan kapal, tsunami, pasang surut air laut juga nanti akan terpantau dan tercover," ungkap Leon.
"Angkanya ada, pertama memang dari yang di inisiasi oleh IMO melalui Korea, juga melalui Jepang sendiri. Angka persisnya, 500 ribu Euro," tambahnya.
Sementara itu, Wakli Mewnteri Perhubungan, Bambang Susantono mengatakan ada empat fokus yang diusung oleh proyek ini, utamanya environmental sustainibility. Yakni alat ini bisa berkontribusi terhadap pencegahan pencemaran laut.
"Disini ada empat kata kunci, yaitu safety, securtiy, efisiensi pergerakan kapal, dan yang keempat adalah yang terpenting yaitu environmental sustainability," ungkap Bambang.
MEH Project adalah sebuah proyek regional antara tiga negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura. Proyek ini terbagi menjadi dua fase. Pertama untuk Selat Malaka dan Selat Singapura, dan fase kedua adalah perpanjangan MEH untuk kawasan laut lainnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|