|
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Baliem 2 berkapasitas 50 MW dengan nilai investasi sekitar Rp 4,9 triliun, yang akan diambil dari dana internal (anggaran PLN/APLN). Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan PLTA tersebut akan memanfaatkan potensi aliran Sungai Baliem, Propinsi Papua.
Menurutnya, potensi air dari Sungai Baliem sangat bagus untuk dibangun PLTA yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Pegunungan Jayawijaya dan tujuh kabupaten lainnya. PLTA Baliem 2 ditargetkan beroperasi komersial (commercial operation date/COD) pada 2017.
"Dengan adanya PLTA Baliem 2 ini, maka rasio elektrifikasi akan terus tumbuh, masyarakat bisa memanfaatkan listrik untuk kegiatan ekonomi, dan pemda bisa terbantu dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Nur.
Berdasarkan hasil Hydro Power Potentials Study (HPPS) pada 1999, sepanjang Sungai Baliem berpotensi untuk membangkitkan listrik hingga 880 MW. PLTA Baliem 2 memiliki potensi untuk dikembangkan hingga 170 MW, namun untuk tahap pertama PLN akan membangun dengan kapasitas 50 MW, terdiri dari 10 unit mesin berkapasitas masing-masing 5 MW.
Ada pun pekerjaan pembangunan PLTA Baliem 2 terdiri dari dua pekerjaan. Pertama pembangunan akses jalan dan pembangunan utama (civil work, metal work, electric mechanical work, transmission lines and substations).
"PLN segera mengerjakan pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek PLTA dari jalan yang sudah ada sepanjang kurang lebih 20 kilometer dengan menyusuri daerah lereng pegunungan," jelas Nur.
Kedua, PLN juga akan membangun jaringan transmisi 70 kV sepanjang kurang lebih 35 kilometer yang akan mengalirkan listrik dari PLTA Baliem ke Gardu Induk Wamena, untuk selanjutnya disalurkan kepada pelanggan PLN yang ada di Kota Wamena, Kurulu, dan daerah sekitarnya.
Menurut Nur, selama ini PLN menggunakan BBM sebagai sumber utama penghasil listrik di Wamena yang harus diangkut menggunakan pesawat dari Kota Jayapura. PLTA Baliem 2 dengan kapasitas 50 MW ini nantinya bisa menghasilkan listrik sebanyak 361 GWh per tahun.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD). |