|
(Sumatra Selatan) PT Medco E&P Indonesia mulai mengembangkan empat sumur gas metan sebagai alternatif pengganti gas, di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, namun produksinya baru digunakan untuk keperluan sendiri.
Sementara ini hasil produksi gas metan atau metana dari sumur gas (coal bed methane/cbm) itu, baru kami gunakan untuk kebutuhan sendiri sebagai penggerak listrik, kata Manajer Eksternal Relation and Communicatioin PT Medco E&P Indonesia, Arfiandy Djafaar.
Produksi gas alternatif tersebut baru uji coba karena pengembangannya menggunakan teknologi tinggi, seperti pemanfaatan gas dari batu bara dan turunan dari pengelolaan sumber gas.
"Pengembangan sumur gas metan atau cbm ini baru pertama dilakukan PT Medco E&P di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin," kata dia.
Sedangkan pengembangan produksi minyak bumi dan gas (migas) di Blok Rimau, Kabupaten Banyuasin masih dalam pendataan, dengan sebanyak 1.500 sumur migas di blok itu sudah diekplorasi.
"Potensi migas di Rimau cukup bagus, karena itu kami terus melakukan pendataan untuk mengembangkannya," ujar dia.
Saat ini produksi minyak bumi dari 1.500 sumur tersebut, telah mencapai 16.000 barel per hari, kata Arfiandy.
Produksi minyak bumi dan gas Blok Rimau tersebut langsung didistribusikan ke kilang minyak PT Pertamina Plaju Palembang.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|