|
Lama tertidur pulas dari bisnis generator listrik, kini PT Pindad mulai kembali serius menjalankan lini bisnis generator. Saat ini perusahaan yang biasanya memproduksi senjata itu telah mendapatkan order membuat generator dari PLN untuk pembangkit listrik di Papua.
Direktur Utama PT Pindad, Adik Afian Soedarsono mengungkapkan, sudah 20 tahun Pindad memproduksi generator dengan lisensi dari Siemens. Namun ketika krisis 1998 mengantam, praktis produksi generator terhenti. "Jadi kami memang seolah dilupakan," ungkap dia.
Baru tahun ini Pindad kembali dipercaya untuk membuat generator oleh PLN untuk keperluan pembangkit di Papua. Menariknya, kata Adik, jika dulu pakai lisensi Siemens, sekarang tidak lagi. "Kami pakai lisensi dari Pindad saja," imbuh dia.
Dia menjelaskan, teknologi dari Siemens yang telah diterapkan Pindad dahulu, kini telah menginspirasi pekerja di Pindad untuk membuat sendiri generator dengan brand sendiri. Sebagian besar komponen generator itu juga made in dalam negeri.
Adik bilang, Pindad sudah mampu memproduksi generator dengan kapasitas listrik 15 megawatt (MW) sampai 20 megawatt. Namun untuk yang lebih besar dari itu Pindad mengaku belum sanggup.
Hanya saja, Adik masih enggan mengungkapkan harga per unit generator buatan pabriknya itu, "Kalau untuk kapasitas 5 megawatt bahkan kami tidak perlu investasi. Kami sudah punya semua bahan bakunya," kata dia.
Yang pasti, katanya, dalam memorandum of understanding (MoU) dengan PLN, Pindad diberi kesempatan untuk membuat generator di bengkel PLN di Papua.
Untuk membuat generator pesanan PLN tersebut, Pindad menganggarkan investasi sebesar Rp 5 miliar. Namun demikian, dengan duit sebesar itu, Adik belum tahu berapa banyak generator yang bisa dibuat. "Kami masih melihat dulu kebutuhan di Papua," ujarnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|