LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Pertamina pilih Exxon kembangkan Natuna
Marine transportation
  Asia Natural akan beli 4 kapal isap pasir
Manufaktur
  Investor China bangun smelter alumunium US$ 7,1 Miliar di Kalbar
Properti
  Mal CWJ siap beroperasi Juni 2013
Agriculture
  Impor beras tahun depan bakal sulit
 
 

 

 
 
BREAKING NEWS
Fri, 20/07/2012
Jalan tol layang Cibubur-Senayan sulit direalisasikan
Infrastructure

Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan rencana pembangunan ruas jalan tol Cibubur-Senayan sulit direalisasikan,  karena kendala sejumlah masalah.  

Paling tidak,  ada tiga kendala itu,  yaitu sulitnya pembebasan tanah,  tingginya kebutuhan investasi,  serta sistem tata ruang dan jaringan jalan yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
   

"Sebenarnya yang dibutuhkan di Jakarta untuk penanganan jalan yakni sistem moda transportasi massal.  Bukan penambahan jalan di ruas yang sudah padat seperti itu,  karena tidak sistemik," ujar Djoko Murjanto,  Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum
.   

Menurutnya,  rencana penambahan jalan yang sudah masuk dalam jaringan jalan pemerintah yakni jalur lingkar,  seperti jalur Jakarta Outer Ring Road (JORR),  JORR W1 dan JORR W2 dan W2 Utara.
   

Meski demikian,  katanya,  mereka belum bisa dapat memutuskan apakah usulan itu akan diterima atau tidak.  Jika proposal sudah masuk,  lanjutnya,  mereka akan mengkaji lebih dalam mengenai konsep yang ditawarkan tersebut.
   

Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswodarmawan mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam konsorsium pelaksana proyek tol Cibubur-Senayan konsorsium sedang menyelesaikan studi kelayakan dan detail engineering design (DED) proyek tol Cibubur-Senayan sepanjang 23 kilometer.  

"Kami sudah menghadap Menteri Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu untuk memaparkan rencana tol ini.  Intinya sudah ada persetujuan prinsip,  kami diminta untuk memasukkan proposal proyek ke Badan Pengatur Jalan Tol," ungkapnya.   

Kementerian,  katanya,  mengusulkan agar pembangunan ruas tol layang tersebut dilakukan dalam dua lajur sekaligus,  dari semula hanya satu lajur.  Dengan adanya usulan itu,  konsorsium memperkirakan kebutuhan investasi untuk proyek tol tersebut mencapai Rp 8 triliun.
   

Dia menjelaskan,  target pembangunan diharapkan bisa dimulai pada awal tahun depan.  Prosesnya sendiri,  lanjutnya,  dimulai dengan pengajuan proposal pada BPJT,  sampai tandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari,  anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
  
 


SEKTOR INFRASTRUCTURE LAINNYA :