(Kalimantan Timur) Investor asal Uni Emirat Arab (UEA) dengan nama Rhas Al Khaima segera membangun rel kereta api (KA) di Provinsi Kaltim, tepatnya mulai Kecamatan Lubuk Tutung hingga Maloy, Kabupaten Kutai Timur senilai Rp 45 triliun.
"Panjang rel KA yang akan dibangun sepanjang 130 kilometer dengan investasi Rp 45 triliun termasuk untuk membangun industri aluminum smelter di kawasan itu juga," ujar Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, HM Yadi Sabianoor.
Saat ini, lanjutnya, perkembangan pembangunan rel KA mulai Lubuk Tutung hingga Maloy sudah dikerjakan. Dengan demikian, diperkirakan pada akhir 2012 atau awal 2013 sudah dapat dilakukan peletakan batu pertama untuk mulai pembangunannya.
Target penyelesaian proyek tersebut hingga dapat difungsikan adalah pada 2016. Rel KA tersebut akan digunakan untuk angkutan batu bara dan angkutan hasil bumi lain di Kaltim. Sedangkan dalam jangka panjang akan digunakan untuk angkutan orang dan barang.
PT Gunung Bayan Group, salah satu perusahaan tambang batu bara di Kaltim juga berencana menyambung pembangunan rel KA pada trase tiga, yakni dari selatan hingga utara Provinsi Kaltim dengan panjang sekitar 200 kilometer, namun rencana trase tiga itu masih dalam penelitian.
Pembangunan rel KA, lanjut Yadi, akan mendukung ketersediaan infrastruktur tentang sarana angkutan sumber energi dalam bentuk batu bara dan hasil pengolahan sektor pertanian dalam arti luas.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).