|
Tercatat ada enam investor telah berinvestasi di sektor industri baja dalam negeri dengan kapasitas produksi di atas 90.000 ton per tahun.
"Pertengahan tahun ini, PT Meratus Jaya Iron and Steel yang berlokasi di Batu Licin, Kalimantan Selatan, telah menanamkan modalnya sebesar Rp 1,4 triliun. Mereka membangun pabrik baja yang memproduksi sponge iron dengan kapasitas produksi mencapai 315.000 ton per tahun," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto.
Panggah menuturkan pada tahun depan perusahaan patungan dari Indonesia dan Korea Selatan, PT Krakatau Posco, siap mengoperasikan pabriknya di Cilegon, Banten.
"PT Krakatau Posco telah menanamkan modalnya sebesar 3 miliar dolar AS dengan memproduksi slab dan plate sekitar 3 juta ton per tahun. Sedangkan PT Indoferro akan menanamkan investasi sebesar 110 juta dolar AS dengan membangun pabrik pig iron di Cilegon berkapasitas 500.000 ton per tahun," paparnya.
Untuk wilayah Kalimantan Selatan, PT Delta Prima Steel akan menanamkan investasi sebesar Rp 1,2 triliun untuk membangun pabrik sponge iron.
"Kalimantan Selatan menjadi primadona investasi baja dan PT Delta Prima Steel akan memproduksi baja sekitar 100.000 ton per tahun. Selain itu, PT Sebuku Lateritic Iron and Steel akan mengoperasikan pabriknya pada 2014 dengan investasi 1 miliar dolar AS untuk membuat pig iron dengan kapasitas produksi 1.000.000 ton per tahun," ujarnya.
Panggah menambahkan, tidak hanya di Kalimantan Selatan, investor juga berminat membangun pabrik baja di Yogyakarta.
"PT Jogja Magasa Iron akan membangun pabrik pig iron dengan investasi 1,2 miliar dolar AS dan siap beroperasi pada kuartal I-2015 dengan kapasitas produksi mencapai 1.000.000 ton per tahun," tuturnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|