|
PT Aneka Antam (Antam) Tbk (ANTM) pada Juni tahun ini menggeluarkan dana sebesar Rp 25,7 miliar untuk melakukan kegiatan eksplorasi pada komoditas nikel, emas dan bauksit.
Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Tedy Badrujaman mengatakan, untuk eksplorasi nikel di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat selama Juni 2012, perseroan mengeluarkan dana sebesar Rp 8 miliar. "Untuk eksplorasi nikel, diantaranya perseroan melakukan penampangan dan pemercontoan inti, pengukuran moisture content dan specify gravity dan lain-lain," kata dia.
Sementara untuk eksplorasi emas, dana yang dikeluarkan perseroan mencapai Rp 16,2 miliar. Eksplorasi emas perseroan dilakukan di Jawa Barat, Banten, Jambi, Sulawesi Barat dan Papua. Sementara itu, untuk kegiatan eksplorasi bauksit dilakukan di Mempawah, Landak, Tayan dan Munggu Pasir, Kalimantan Barat. Biaya eksplorasi bauksit ini mencapai Rp 1,5 miliar. "Aktivitas eksplorasi di daerah tersebut meliputi, pengukuran kisi, uji sumur," ujar Tedy.
Sementara itu, perseroan membutuhkan dana sebesar Rp 3,35 miliar untuk lima proyek. Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis menuturkan, sumber kebutuhan dana sebesar itu akan dicari melalui skim kombinasi pendanaan dari internal maupun eksternal perusahaan.
Kelima proyek tersebut, yakni Chemical Grade Alumina Tayan yang membutuhkan dana sebesar USD 450 juta dengan kompoisisi 65% berasal dari pinjaman JBIC dan konsorsium perbankan Jepang, sedangan sisanya 35% dari injeksi modal pemegang saham PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|