|
Kementerian Pekerjaan Umum mengakui upaya merealisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan mengandalkan waduk di tanah air, masih sulit.
Direktur Penataan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Arie Setiadi mengatakan dari target PT PLN untuk mengembangkan PLTA dengan kapasitas 5.140 megawatt dalam periode 2010-2019 realisasinya masih sangat minim.
"Prosentasenya masih sangat kecil, namun saya belum tahu pastinya karena harus berkoordinasi dengan PLN mengenai angkanya. Akan tetapi memang masih sangat sedikit jumlahnya, karena umumnya yang dihasilkan masih kecil - kecil sekitar 4-7 MW saja," ujarnya.
Misalnya saja, katanya waduk Ledoyo di Blitar yang kapasitas listriknya mencapai tujuh megawatt. Sedangkan PLTA dengan memanfaatkan waduk Jatigede dengan kapasitas 130 megawatt diperkirakan baru bisa terealisasi dua tahun ke depan.
Dia mengatakan umumnya PLTA skala kecil yang sudah terbangun itu dikelola oleh swasta. Menurut Arie sulitnya merealisasikan target itu karena saat ini proses perizinan pembangunan masih sangat rumit.
Akibatnya, banyak swasta yang mundur dari rencana masuk ke sektor energi itu.
Kendala lainnya, banyak juga swasta yang belum banyak memiliki kemampuan pembangunan sektor tersebut, dan juga banyak waduk yang belum layak dimanfaatkan sebagai PLTA karena sumber airnya yang belum memenuhi.
"Saat ini waduk yang termanfaatkan untuk PLTA baru 6% dari yang tersedia saat ini. Untuk peningkatannya, kami mulai mengidentifikasi waduk mana yang berpotensi untuk dibangun," tambahnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|