Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tahun ini menyiapkan anggaran lebih dari Rp 2,5 triliun untuk biaya pembebasan lahan di 22 proyek. Jika pada semester pertama pengucuran dana untuk pembebasan lahan 22 proyek jalan tol hanya Rp 135,2 miliar, pada semester kedua tahun ini BPJT menyiapkan dana hingga Rp 2,4 triliun.
"Kami harapkan dana pembebasan tanah selama periode Juni-Desember 2012 dapat terealisasi Rp 2,4 triliun. Pendanaan itu diambil dari sisa dana BLU (badan layanan umum) yang saat ini masih berkisar Rp 3,35 triliun," ujar Kepala BPJT Ahmad Ghani. Target tersebut ditujukan untuk mencapai rencana operasional sebagai ruas pada 2014.
Rencananya, dana terbesar dialokasikan untuk ruas jalan tol di Jabodetabek senilai Rp 1,27 triliun. Kemudian, Trans Jawa Rp 666,78 miliar dan non-Trans Jawa Rp 308,21 miliar. Untuk mempercepat target tersebut, BPJT melakukan proses sosialisasi dan pengukuran di lapangan.
Ghani mengakui, target tersebut cukup berat mengingat sepanjang semester pertama 2012 BLU BPJT hanya menyalurkan dana bergulir Rp 135,2 miliar. Dia menyebut, kecilnya kucuran anggaran karena baru sebagian ruas tol yang lahannya sudah dibebaskan.
"Uang tersebut dipergunakan untuk ruas Cikampek-Palimanan, Kertosono-Mojokertoso, Surabaya-Mojokerto, Ciawi-Sukabumi, JORR W2 Utara, Depok-Antasari, dan Kunciran-Serpong," tambahnya.
Hal yang dinilai sebagai penyebab lambatnya penyerapan yaitu belum adanya peraturan pelaksanaan dari UU No.2/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Selain itu, belum adanya kesepakatan harga dengan pemilik tanah. Nilai appraisal yang kedaluarsa juga membuat uang ganti rugi tidak sesuai saat akan dibayari.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).