LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  Proyek pembangunan BKT paket-28 nilai Rp 141.000.000.000,00
Infrastructure
  35 Proyek pendidikan
Oil & gas
  Sedot minyak di sumur tua, Chevron coba teknologi surfactant flooding
Agriculture
  Tender pengadaan pupuk dihapus
Keuangan
  Pemerintah anggarkan Rp 200 Miliar untuk desa perbatasan
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Tue, 03/07/2012
Lelang terbatas 3G digelar akhir Juli
Infokom

Lelang terbatas sisa kanal teknologi generasi ketiga,  yang menawarkan kecepatan data lebih tinggi,  akan digelar akhir Juli.  Semula pemerintah menargetkan pelepasan kanal 3G untuk dua blok 11 dan 12 akan dilakukan pada Juni.  Jadwal akhir Juli ini juga dapat bergeser menjadi awal Agustus.  

Gatot S. Dewa Broto,  Kepala Pusta Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika,  mengatakan pembahasan sejumlah hal,  termasuk interferensi membuat jadwal seleksi sisa kanal 3G ini tertunda.
  

Posisi kanal 11 dan kanal 12 yang berdampingan dengan frekuensi Smart Telecom dikhawatirkan dapat menimbulkan interferensi.  Solusi yang diajukan adalah pemasangan filter tambahan baik di sisi operator yang nantinya mendapatkan kanal 11 dan kanal 12 dan Smart Telecom.
  

"Perubahannya adalah bahwa solusi filter tambahan ada di dua pihak," ujar Gatot.
   

Gatot meyakini pemasangan filter tambahan ini bukan merupakan hal yang signifikan,  baik di jaringan operator yang menempati kanal 11 dan kanal 12 maupun Smart Telecom.  Pemasangan filter tidak diperlukan di seluruh jaringan base transceiver station (BTS).  "Hanya di BTS yang saling berdekatan secara horizontal lokasi menaranya dan memiliki jarak vertikal sangat kecil untuk antenanya.
   

Urusan biaya juga diyakini Gatot tidak akan membebani operator.  Berdasarkan informasi dari salah satu vendor perangkat terkemuka,  yang tidak diperinci Gatot siapa nama vendor ini,  harga filter tambahan yang termurah ada di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta rupiah per unit.
  

"Jadi biaya untuk solusi interferensi ini tidak besar seperti yang diperkirakan banyak pihak," ujarnya.
  

Gatot menambahkan selain interferensi,  hal penting lain yang dibahas adalah apakah seleksi akan dilakukan untuk melepas blok 11 dan 12 atau hanya menambah kanal yang sudah ada.
  

Pada saat ini,  pemerintah juga telah melakukan penyempurnaan untuk Rancangan Peraturan Menteri mengenai Prosedur Koordinasi Teknis.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi
member (PREMIUM dan GOLD).  
 


SEKTOR INFOKOM LAINNYA :