|
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengajukan penambahan anggaran sebesar 14,80 persen atau 5,33 triliun rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2012 kepada Dewan.
Usulan penambahan anggaran bertujuan mengoptimalkan pembangunan di berbagai sektor di Ibu Kota. Apabila disetujui, APBD DKI 2012 akan menjadi 41,35 triliun rupiah dari ketetapan semula 36,02 triliun rupiah.
Penambahan anggaran yang diajukan ialah pendapatan daerah dari 30,64 triliun rupiah menjadi 33,65 triliun rupiah, belanja daerah dari 33,82 triliun menjadi 38,36 triliun rupiah, penerimaan pembiayaan dari 5,38 triliun rupiah menjadi 7,70 triliun rupiah, dan pengeluaran pembiayaan dari 2,19 triliun menjadi 2,98 triliun rupiah.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan perubahan APBD dilakukan apabila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD. "Di antaranya terjadinya pelampauan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan," kata Fauzi.
Pemprov DKI, lanjut Fauzi, juga telah melakukan evaluasi terhadap kondisi makro ekonomi hingga triwulan I dan evaluasi pelaksanaan APBD hingga akhir Mei 2012.
Dari hasil evaluasi tersebut, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2012 menunjukkan angka 6,40 persen, dan angka inflasi pada triwulan I-2012 mencapai 4,17 persen. "Melihat kondisi tersebut, perlu adanya penyesuaian terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2012 menjadi 6,8 sampai 7 persen dari awalnya diproyeksikan 6,5 hingga 6,8 persen," ujar dia.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|