|
PT Pelayaran Nasional Indonesia Persero (Pelni) menyatakan kesiapannya menghadapi tradisi liburan sekolah dan mudik lebaran tahun ini dengan mengoperasikan 25 unit kapal demi memberikan kenyamanan para penumpang.
"Kami siap untuk memberikan layanan saat liburan dan lebaran dengan kapal yang sudah kami miliki," kata Direktur Utama Pelni Jusabella Sahae.
Menurut Jusabella, kapal-kapal tersebut tidak akan "dropping" pada puncak musim liburan (peak season) untuk mengantisipasi kejahatan di dalam kapal dan kemacetan di pelabuhan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pelni berencana menambah kapal.
"Ada rencana tambah kapal, tapi belum tahu berapa persisnya. Karena satu kapal itu mahal sekali," tuturnya.
Namun, ia enggan membeberkan berapa banyak kebutuhan kapal dan realisasi pembeliannya. Oleh sebab itu, investasi yang dianggarkan Pelni bukan untuk penambahan kapal melainkan "supporting".
Sebelumnya, Pelni merencanakan membeli satu kapal pengganti kapal yang usianya sudah lebih dari 30 tahun. Kapal pengganti ini dijadwalkan tiba di Jakarta pada 2014 dengan harga Rp 800 miliar per unit.
Kapal perintis akan dibeli dari produsen kapal asal Jerman. Saat ini, Pelni mempunyai tiga kapal perintis, 25 kapal penumpang, empat kapal barang dan empat kapal roro untuk operasional sehari-hari.
Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya mengungkapkan pemerintah juga berencana menambah kapal bagi Pelni guna memenuhi kebutuhan transportasi laut di Indonesia bagian timur.
Indonesia Timur masih butuh sekitar enam kapal "three in one" yang bisa mengangkut penumpang, barang, serta ternak.
"Pelni akan menambah kapal yang 'three in one' supaya memenuhi kebutuhan itu. Kira-kira hingga enam kapal lagi," tutur Dahlan.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|