|
Penyerapan anggaran program sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum hingga medio Juni 2012 baru mencapai 20% dari total alokasi senilai Rp 3 triliun sepanjang 2012.
Direktur Penyehatan Lingkungan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Sjukrul Amien mengatakan lambannya penyerapan tersebut, karena kesiapan daerah dalam menyiapkan program pembangunan sanitasi di daerahnya masing-masing.
Meski demikian, pihaknya memperkirakan penyerapan anggaran tersebut bisa mencapai lebih dari 90% hingga akhir tahun.
"Dana ini baru tersalurkan pada 100 wilayah kabupaten atau kota, sedangkan yang sudah mengajukan mendapatkan dana ini, ada sekitar 300 kabupaten dan kota," ujarnya.
Sjukrul menjelaskan anggaran dana program sanitasi itu berasal dari APBN, baik rupiah murni ataupun yang bersumber dari dana hibah luar negeri. Sedangkan program kegiatan yang diprioritaskan penyediaan air bersih, sampah, limbah, dan juga penyediaan sarana kamar kecil bagi masyarakat yang belum memilikinya.
Dia mengakui saat ini anggaran program tersebut memang masih kurang. Misalnya saja, kenaikan jumlah anggaran dari tahun lalu sangat tipis. Bahkan, tahun depan, alokasinya juga diperkirakan tidak akan lebih dari Rp 3 triliun, atau maksimal Rp 3,5 triliun jika digabungkan dengan dana alokasi khusus (DAK).
Minimnya alokasi anggaran itu, lanjutnya, disesuaikan dengan kemampuan APBN sekaligus kesiapan daerah untuk memanfaatkan dana tersebut, untuk melaksanakan program kegiatan sanitasinya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|