|
(Bali) Wakil Presiden Boediono memastikan proyek jalan tol Nusa Dua-Benoa dan perluasan bandara Ngurah Rai bisa rampung sesuai jadwal yang ditetapkan pada Mei 2013 karena tidak ada kendala signifikan dalam pengerjaan kedua proyek tersebut.
Boediono juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemprov Bali yang telah mendukung proyek jalan tol Nusa Dua-Benoa dan perluasan bandara Ngurah Rai sehingga berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.
"Saya bahagia melihat kemajuan proyek pembangunan jalan tol dan bandara ini yang berjalan lancar," kata Boediono.
Wapres mengatakan kelancaran proyek infrastruktur seperti jalan tol dan pembangunan bandara sangat ditentukan oleh dukungan pemda dan masyarakat, terutama dalam hal pembebasan lahan. Masalah utama proyek infrastruktur di Indonesia adalah lambatnya pembebasan lahan.
"Di Bali relatif lancar karena mendapat dukungan pemda dan masyarakat. Mudah-mudahan daerah lain bisa mencontoh, agar proyek infrastruktur bisa lebih lancar," katanya.
Boediono mengatakan memang masih ada sedikit masalah yang dihadapi kedua proyek tersebut namun lebih bersifat teknis dan tidak perlu diselesaikan hingga kantor Wapres.
Jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa digarap oleh konsorsium, PT Jasa Marga Bali Tol dengan biaya investasi Rp 2,46 triliun. Abdul Hadi, Komisaris Utama Jasa Marga Bali Tol yang juga Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Tbk mengatakan dalam waktu perseroan akan meneken kontrak pendanaan proyek jalan tol sepanjang 10 km tersebut dengan sindikasi sejumlah bank.
"Kami juga sudah memanggil para kontraktor agar semua paket pengerjaan bisa selesai secara bersamaan pada April 2013," katanya.
Kendala yang dihadapi dalam proyek jalan yang dibangun di atas laut ini adalah pasokan tiang pancang dan bahan material lain. Menurut Abdul Hadi, karena sebagian besar proyek jalan dibangun di atas laut, maka memerlukan tiang pancang yang cukup banyak mencapai 37.000 tiang.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengemukakan perluasan bandara Ngurah Rai dengan nilai investasi Rp 2,58 triliun sudah mencapai 17,46%.
Kemajuann pekerjaan paket I yang terdiri dari proyek infrastruktur sipil sudah mencapai 48%, adapun paket II berupa bangunan penunjang sudah mencapai 25% dan pekerjaan paket III pembangunan terminal internasional sudah 22%.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|