LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Agriculture
  RI-Singapura kerjasama pasarkan hortikultura
Agriculture
  Permintaan CPO dari India dan China meningkat
Air transportation
  Lion investasi USD 70 Juta ekspansi bisnis jet pribadi
Land transportation
  Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya bakal telan Rp 70 Triliun
Oil & gas
  Pendapatan migas 2013 ditarget US$ 57 Miliar
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 08/06/2012
GBLS ingin studi kelayakan segera diteken
Infrastructure

PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) selaku pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda,  meminta pemerintah segera merampungkan proses penandatanganan kerja sama pelaksanaan studi kelayakan dan desain dasar jalan tol dan jembatan sepanjang 30 kilometer tersebut.   

Hal itu karena hingga 6 bulan sejak peraturan presiden mengenai penetapan pelaksanaan studi kelayakan diterbitkan,  perjanjian belum juga diteken.
   

Padahal,  pemerintah hanya memberikan masa jangka waktu selama 2 tahun proses studi kelayakan untuk mengejar target pemancangan tiang perdana (groundbreaking) pada 2014.
   

Direktur Utama PT Bangungraha Sejahtera Mulia,  pemegang saham mayoritas GBLS,  Agus R Prabowo mengatakan sudah selama 6 bulan sejak Perpres No.86/2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda terbit,  pihaknya belum pernah bernegosiasi dengan pemerintah tentang besaran biaya studi kelayakan dan desain dasar tersebut.
   

Selain itu,  katanya,  perusahaan belum mengetahui cakupan kerja apa saja yang diharapkan pemerintah dalam pembangunan proyek dengan investasi sekitar Rp 100 triliun tersebut.
   

Bahkan,  dia mengaku sudah 3 bulan terakhir tidak ada informasi apa pun dari pemerintah mengenai rencana pelaksanaan studi kelayakan tersebut.
   

"Namun,  kami sudah rencanakan studi kelayakan dan desain dasar jembatan dan kawasan strategis Selat Sunda yang kajiannya feasible serta bankable," ujarnya.
    

Berdasarkan pertimbangan tersebut,  maka Bangungraha telah menyatakan besaran biaya studi kelayakan diperkirakan sekitar Rp 3 triliun,  sedangkan sebelumnya pemerintah hanya memperkirakan sekitar Rp 1,5 triliun atau 1% dari total investasi proyek.
    

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan proses pelaksanaan perjanjian kerja sama masih dalam pembahasan bersama,  termasuk untuk kompensasi pembiayaan yang akan dibayarkan kepada investor.
   

Menurutnya,  hingga saat ini perkiraan dana studi kelayakan masih mengacu pada prastudi kelayakan yakni sekitar Rp 1,5 triliun.
   

"Proyek ini masih dibahas oleh Wamen PU sebagai ketua harian.  Saya harap bisa segera dirampungkan juga."
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).    
 


SEKTOR INFRASTRUCTURE LAINNYA :