|
(Sumatera Utara) Proyek pembangunan sumur bor di Lingkungan IV, Dusun Labuhan, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), terbengkalai karena tidak mampu menghasilkan air bersih.
Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Labusel dan menggunakan dana dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh sekitar 150 kepala keluarga di sekitarnya. Amin, 42, seorang warga Lingkungan IV, Dusun Labuhan mengatakan, sejak dibangun, sumur bor itu tidak mampu menghasilkan air bersih bagi warga setempat.
Padahal, warga sangat membutuhkan sarana air bersih, sebab untuk mandi dan mencuci sebagian warga masih bergantung pada air Sungai Barumun. "Sumur Bor yang dibangun pada 2011 tidak dapat dimanfaatkan warga. Padahal kami sangat membutuhkannya, terlebih dusun kami ini tergolong susah mendapatkan air bersih," kata Amin.
Sebab, para pekerja saat mengerjakan pemasangan jaringan air bersih, pipa paralon yang digunakan hanya sekitar 24 meter atau tiga kali sambungan pipa. "Seharusnya paling tidak 70 meter, makanya tidak dapat air. Waktu itu yang dapat airnya hanya sedikit, sepertiga penampungan lalu tidak berapa lama kemudian airnya tak ada lagi," kata Sofian Siregar Ketua Pengurusan Musala Al-Fatwa.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Labusel Abdullah Dalimunthe ketika dikonfirmasi mengatakan segera mempertanyakan pembangunan sumur bor itu kepada rekanan yang mengerjakan proyek.
Sebab, dia mengaku masih baru menjabat sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga. "Nanti saya cek dulu ya. Kalau memang benar tidak berfungsi nanti akan saya tanyakan kepada yang mengerjakan proyek," tandasnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|