|
Memasuki penghujung paruh pertama 2012, pemerintah belum juga merealisasikan anggaran infrastruktur yang menggunakan dana dari saldo anggaran lebih (SAL). Padahal, pemerintah berharap proyek ini bisa mendorong pertumbuhan.
Kementerian Keuangan berharap pada Juni ini proyek infrastruktur yang memakai dana SAL bisa dicairkan. Jika tidak, harapan untuk menjadi pendorong pertumbuhan bisa sirna.
Herry Purnomo, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan menjelaskan, saat ini Kementerian keuangan tengah memproses dokumen-dokumen proyek infrastruktur yang diusulkan kementerian dan lembaga negara pengguna anggaran. Sebagian besar proyek ini berada di Kementerian Perhubungan.
Perkembangannya cukup bagus karena instansi penggunaan anggaran ini telah menyelesaikan pembahasan dengan DPR. "Kami harapkan Juni ini sudah bisa masuk," ungkap Herry.
Deputi Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Wisman Adi Suryabrata menambahkan, proyek infrastruktur yang akan dibiayai SAL ini merupakan proyek pendukung konektivitas antardaerah dan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur.
Catatan saja, dalam APBN Perubahan 2012, pemerintah telah mengalokasikan dana SAL sebesar Rp 24 triliun untuk proyek infrastruktur. Wismana berharap, sebagian proyek infrastruktur ini bisa selesai tahun ini. Sedangkan sebagian lainnya, bisa digunakan untuk mempercepat program-program jangka panjang alias multiyears.
Di luar SAL, pemerintah masih mengantongi sisa lebih anggaran (Silpa) tahun 2011. Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto menyebutkan, saat ini SAL yang ada di pemerintah masih Rp 91 triliun. "SAL ini akan menjadi bantalan anggaran pemerintah," katanya.
Dana SAL ini biasanya digunakan untuk membiayai anggaran negara di awal tahun, saat pemerintah belum mendapatkan pemasukan dari penerimaan negara. Dana ini akan dikembalikan lagi saat penerimaan sudah normal.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|