LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Bisnis entertainment
  Lippo Group bersiap membangun rumah sakit eksklusif
Consumer goods
  Agustus, pengusaha siapkan minyak goreng murah
Land transportation
  Kereta layang Bekasi-Cawang segera dibangun
Land transportation
  PT KAI siapkan kereta cadangan ke Sukabumi
Electricity
  Agustus, krisis listrik luar Jawa teratasi
 
 

 

 
 
BREAKING NEWS
Wed, 06/06/2012
Bukit Soeharto simpan 5 Miliar ton batu bara
Mining

(Kalimantan Timur) Bukan tanpa sebab,  memang,  bila jumlah izin usaha pertambangan (IUP) di sekeliling Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto,  Kutai Kartanegara (Kukar),  tergolong besar.  Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Andi Harum mengatakan,  pihaknya menerima informasi bahwa deposit terukur di kawasan Tahura diestimasi mencapai lima miliar metrik ton.   

Dengan deposit sebesar itu,  tak aneh Bukit Soeharto dikepung 50-an IUP.  Bahkan,  ada saja pihak yang berusaha dengan segala cara untuk mengeluarkan emas hitam dari perut Bukit Soeharto.  Ada yang tertangkap menambang secara ilegal di Tahura.  Ada juga yang disebut legal dengan memakai jalan bekas hak pengusahaan hutan untuk pengangkutan (hauling) batu bara dari sekeliling Tahura menuju dermaga di sisi timur.
   

Jalan di hutan konservasi tersebut dipakai 16 perusahaan tambang melalui kolaborasi dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim.  Saat ini kerja sama itu mulai dipersoalkan.
   

Ditanya seberapa besar lima miliar metrik ton itu,  Andi mencontohkan deposit batu bara Kaltim yang tercatat 37,5 miliar metrik ton seperti di lansir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.  Angka tersebut hampir separo cadangan nasional yang tercatat 104,8 miliar metrik ton.  Berarti 15 persen cadangan batu bara Kaltim tersimpan di Tahura.
    

Digambarkan pula,  jika produksi batu bara Kaltim yang mencapai 220 juta metrik ton per tahun dipusatkan di Tahura,  perlu 25 tahun untuk menghabiskannya.  "Kondisi itu sangat riskan bagi Bukit Soeharto yang berstatus hutan konservasi tetapi dikepung pertambangan.  Padahal,  sesuai dengan pasal 56 dan 57 Peraturan Pemerintah (PP) 68/1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Pelestarian Alam,  daerah yang berbatasan dengan hutan merupakan kawasan penyangga," jelas Andi.    


Saat dikonfirmasi soal angka deposit tersebut,  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim Amrullah mengaku tidak tahu angka pastinya.  "Harus ada penelitian melalui eksplorasi.  Tetapi,  jika dikatakan deposit di sana besar,  itu benar," katanya.
   

Menurut Amrullah,  selain deposit yang besar,  batu bara di sekitar Bukit Soeharto berkualitas tinggi.  Sebab,  batu bara di sana masuk formasi Pulau Balang yang berisi batu bara kelas wahid.
   

Ketika ditanya tentang produksi batu bara di sekitar Bukti Soeharto,  Amrullah menyatakan pihaknya masih mengumpulkan data.   Menurut dia,  data produksi tersebut akan disampaikan kepada komisi III yang mempersoalkan kepungan tambang dan jalan hauling di Tahura.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).    

 


SEKTOR MINING LAINNYA :