LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Agriculture
  Jawa Timur bangun empat pabrik gula
Air transportation
  Batavia gaet kontrak Carteran ke Jepang
Marine transportation
  10 Pelabuhan akan disiapkan untuk kapal pesiar
Keuangan
  Anggaran jalan Maros- Parepare Rp 170 Miliar
Air transportation
  Wings Air perkenalkan ATR 72-600
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 04/06/2012
BP Migas 2013, produksi minyak hanya 910.000 Bph
Oil & gas

Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan,  produksi minyak tahun 2013 hanya akan mencapai 880 ribu barel per hari (bph) hingga 910 ribu bph.  Angka tersebut lebih rendah dari target produksi minyak yang ditetapkan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012 sebesar 930 ribu bph.   

Rudi Rubiandini,  Direktur Operasi BP Migas mengungkapkan,  target produksi minyak 2013 memperhitungkan realisasi produksi minyak tahun 2012.  Realisasi produksi minyak tahun 2012 rata-rata adalah 880,8 ribu bph.  Namun,  dari hasil kajian per lapangan seluruh kontraktor kontrak kerja sama (kkks) dan beberapa proyek yang akan onstream diperoleh prediksi produksi 2012 bisa mencapai rata-rata 904 ribu bph.
  

"Atas dasar kondisi tersebut dibuatlah perkiraan minimum yang bisa dicapai pada tahun 2013 dan ketemulah produksi 880 ribu bph," ujar Rudi.   

Setelah mempertimbangkan penurunan produksi sebesar 5% dan beberapa proyek baru yang akan onstrem,  dua proyek hasil pekerjaan EOR (enhanced oil recovery) dan dua penambahan pekerjaan di permukaan,  maka bisa diperoleh pencapaian produksi maksimum sebesar 910 ribu bph.   

Adapun ke-11 proyek tahun 2013 tersebut adalah Kerendan (Salamander),  South Mahakam (TEPI),  Gundih (Pertamina),  South Mahakam Fase-2 (TEPI),  Letang Tengah (COPI-Grissik),  Pondok Makmur (Pertamina),  Anoa (Premier),  Duri NDD-13 (CPI), GG (PHE-ONWJ), U L (PHE-ONWJ) Jambu Aye (ENI).
   

Kemudian dua lapangan yang mengembangkan EOR dan akan onstream 2013 adalah Rantau dan Talang Jimar,  dan kedua-duanya milik Pertamina EP.  "Dua penambahan peralatan di permukaan,  yaitu Banyu Urip (MCL) dan Jambi Merang," jelas Rudi.
  

Berbeda dengan target BP Migas,  pemerintah optimistis target produksi minyak pada tahun depan bisa mencapai 940 ribu bph.  "Berdasarkan produksi tahun ini,  upaya peningkatan produksi serta perkiraan tambahan produksi dari lapangan baru,  kami yakin target lifting tahun depan bisa mencapai 910 ribu hingga 940 ribu bph," ujar Dirjen Migas Kementrian ESDM,  Evita Herawati Legowo.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).   

 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :