|
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menganggarkan investasi Rp 3-4 triliun untuk pengembanagn bisnis internet, media, and edutaintment (IME). Dana sebesar itu akan diambil dari kas internal perseroan yang hingga April 2012 masih sekitar Rp 10 triliun.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menjelaskan, dana investasi itu masuk dalam anggaran belanja modal (capex) Telkom tahun ini sebesar Rp 15-16 triliun. "Jika hanya terkait konten dan aplikasi, investasi awal hanya Rp 285 miliar. Namun, kalau termasuk untuk infrastruktur, kabel, dan data center bisa Rp 3-4 triliun," kata dia.
Telkom membutuhkan dana besar karena pengembangan IME harus didukung dengan penggantian infrastruktur, kabel, dan perangkat lain. Sejak 23 Oktober 2009, Telkom telah mencanangkan perubahan portofolio bisnis dari fixed line dan mobile and multimedia (FMM) menjadi telecommunication, information, media and telecommunication, information, media and edutainment (TIME).
Menurut Rinaldi, kebijakan strategis ini diambil untuk mengantisipasi persaingan dalam industri telekomunikasi dan informasi yang semakin ketat.
Sesuai dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), Telkom berkomitmen untuk membangun true broadband secara nasional. "Pada 2015, Telkom dapat menghubungkan akses ke rumah pelanggan dengan kecepatan 20-100 Mbps," jelas Rinaldi.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|