|
PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mendapatkan pinjaman sindikasi perbankan senilai Rp 8,8 triliun untuk membangun proyek tol Cikampek-Palimanan.
PT Bank Central Asia (BCA) dan Bank DKI bakal bertindak sebagai koordinator pimpinan dan pengatur perbankan (joint coordinator mandated lead arrangers and book runner) dalam proses pemberian kredit sindikasi tersebut.
"PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi tol Cikampek-Palimanan, telah menandatangani perjanjian kredit dari institusi perbankan dan lembaga keuangan lainnya, termasuk perbankan Malaysia," kata Manajer Proyek Tol Cikampek-Palimanan Lintas Marga Sedaya Steve Ginting.
Penandatanganan perjanjian kredit tersebut sekaligus telah memastikan bahwa LMS berhak melanjutkan hak konsesi untuk proyek tol senilai total Rp 12,56 triliun itu. Sebelumnya Kementerian PU sempat mengancam untuk memutus kontrak LMS pada proyek tol Cikampek-Palimanan.
Kementerian tercatat telah memberikan batas waktu penandatanganan perjanjian kredit dengan perbankan hingga 27 April 2012, dan LMS tidak mampu memenuhinya. Kemudian, pemerintah memberikan batas waktu tambahan selama 30 hari kerja. Dengan penandatanganan perjanjian kredit itu, LMS dipastikan segera dapat melakukan konstruksi proyek.
"Rencananya, kami membangun tol mulai Juli 2012 hingga 30 bulan ke depan sehingga tol bisa dioperasikan akhir 2014. Saat ini, kami masih menfinalisasi penentuan kontraktornya," jelas Steve.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|