|
Sekitar 20 perusahaan nasional akan meramaikan persaingan di pasar mesin perkakas lokal pada tahun ini dengan estimasi nilai investasi mencapai US$ 50 juta (sekitar Rp 461 miliar) hanya untuk pembangunan pabrik.
Dasep Ahmadi, Ketua Umum Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (Asimpi), menjelaskan 20 perusahaan berbendera Indonesia tersebut nantinya akan bersaing dengan sekitar 30 produsen mesin perkakas yang sudah beroperasi selama ini.
"Dari sisi permodalan belum terlalu besar ya, rata-rata skala menengah. Jadi kira-kira dari 20 perusahaan baru tersebut akan ada tambahan modal (investasi) sekitar US$ 50 juta," ujarnya.
Dengan pembangunan pabrik-pabrik baru tersebut, Dasep berharap penjualan mesin perkakas produksi lokal bisa tumbuh hingga 7% pada tahun ini dari nilai pasar tahun lalu yang sekitar Rp 800 miliar.
Menurutnya, selama ini hanya sekitar 15% mesin perkakas produksi lokal yang terjual di luar negeri, sedangkan sekitar 85%-nya dipasok untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Itu pun baru 10%-15% dari total kebutuhan nasional yang secara nilai mencapai US$ 500 juta. Karena variasinya banyak, kita tidak bisa penuhi semua sehingga masih harus impor, seperti dari China," tuturnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|