|
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero berencana mencari pinjaman perbankan, khususnya bank BUMN guna membiayai pembangunan industri oleokimia terintegrasi yang direncanakan akhir tahun ini.
"Dana pembangunan pabrik oleokimia ini berasal dari internal dan pinjaman bank, seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank BRI," kata Direktur Utama PTPN III Megananda Daryono.
Menurut Megananda, investasi pembangunan pabrik oleokimia terintegrasi ini masih dalam penghitungan. Diharapkan dalam dua pekan ke depan, jumlah dana yang diperlukan serta skema pembangunan sudah selesai dirumuskan.
Dalam pengerjaan pabrik oleokimia terintegrasi ini, PTPN III akan bekerja sama dengan PTPN IV.
Sebelumnya, PTPN III pernah mengajak pihak swasta asing, namun urung dilakukan menyusul permintaan Menteri BUMN Dahlan Iskan agar PTPN III mengerjakan pabrik oleokimia secara mandiri.
"Seratus persen pabrik ini akan kita kerjakan bersama-sama dengan PTPN IV," tuturnya.
Ia menambahkan menjalin kerja sama dengan PTPN IV, maka kepemilikan pabrik tersebut sekitar 60 persen dimiliki PTPN III dan 40 persen untuk PTPN IV.
Ia mengakui pangsa pasar oleokimia di Indonesia sangat besar, dan produk perdana hasil olahan pabrik oleokimia adalah minyak.
Sebelumnya, PTPN III dan PTPN IV telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama usaha industri oleokimia terintegrasi, yang dilakukan pada Selasa (8/5) lalu.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD). |