|
Nilai proyek konstruksi pada kuartal I/2012 diprediksi Rp 90 triliun, naik sekitar 33% dibandingkan dengan nilai yang sama pada tahun lalu Rp 60 triliun.
Prediksi dilakukan oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi). "Nilai itu perhitungan kasar. Diperkirakan nilainya akan lebih tinggi pada semester pertama," ujar Ketua Gapensi Soeharsojo.
Menurut Harsojo, realisasi proyek pada kuartal I ini, sebagian besar ditopang oleh proyek pembangunan jalan tol dan menjamurnya proyek-proyek properti seperti hotel, perumahan, dan perkantoran.
"Belum dapat angka pastinya. Paling tidak antara Rp 80 triliun dan Rp 90 triliun. Saya kira triwulan kedua angkanya bisa lebih besar," ucap Soeharsojo.
Sementara itu, untuk realisasi konstruksi, secara keseluruhan, pada tahun ini diperkirakan Rp 400 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai Rp 208 triliun.
Tingginya nilai konstruksi itu akibat membesarnya porsi APBN untuk proyek pembangunan infrastruktur, baik di Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, maupun Kementerian Perumahan Rakyat, ditambah dengan adanya dana APBN P.
Begitu pula dengan investasi swasta dan BUMN untuk proyek pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan bandara.
Di Kementerian PU, pada April realisasi proyek yang sudah terkontrak telah mencapai Rp 35,07 triliun atau sekitar 68,63% dari total nilai proyek yang dilelang tahun ini Rp 51,1 triliun.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD). |