LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Geothermal
  Sulut mulai nikmati listrik panas bumi
Mining
  Penjualan batubara ditargetkan 3,5 Juta Ton
Infrastructure
  Renovasi gedung DPRD Rp 8 Miliar dilanjutkan
Electricity
  Ranyza targetkan PLTU Kuala Tanjung bisa segera jalan
Electricity
  PLN bangun jaringan kabel listrik bawah Laut dari Bali ke Nusa Lembongan
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 07/05/2012
Angkasa Pura I susun masterplan bandara Buleleng
Air transportation

PT Angkasa Pura (AP) I sedang menyiapkan rencana induk (masterplan) Bandara Buleleng.  Direktur Komersial AP I Robert D. Walono berharap,  penyusunan rencana induk itu selesai pada akhir Mei 2012 ini.  

Robert masih menyimpan rapat rencana itu.  Dia belum mau membeberkan besar biaya dan luas lahan pembangunan bandara kedua di Bali tersebut.
   

Menurutnya,  penyiapan insfrastruktur jalan penghubung Bali Selatan dengan Bali utara harus terlebih dulu dibuat sebelum bandara itu ada.  "Ruas (jalan) itu yang paling penting sebelum bandara," katanya.    

Menurut Robert,  untuk menghubungkan Bali selatan dan Bali utara diperlukan jalan yang bisa dicapai hanya dalam waktu 1 jam saja.  Saat ini,  waktu tempuh Denpasar ke Buleleng sekitar 3 jam.  "Jalan tol itu juga baik jika dibangun lurus dari Denpasar ke Buleleng," tegasnya.    

Bandara tersebut rencananya akan dibangun di Buleleng,  Bali Utara. Pembangunannya melibatkan GVK Power & Infrastructure India dan pemerintah daerah.  "Kami masih juga membuka peluang kerjasama dengan pihak lain,  karena investor asal Australia,  Amerika Serikat,  Korea Selatan dan China menyatakan ketertarikannya," tambah Robert.
   

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti berharap,  bandara itu sudah beroperasi pada 2017 mendatang.  "Pada 2017 mendatang Bandara Ngurah Rai Bali diprediksikan akan mengalami overloaded dengan jumlah penumpang mencapai 25 juta penumpang," ujarnya.
   

Sebelumnya,  pihak GVK India memproyeksikan pembangunan bandara akan menghabiskan biaya antara Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.  Terdapat dua alternatif lokasi bandara baru di kabupaten Buleleng,  Bali bagian utara.    

Alternatif pertama merekomendasikan lokasi bandara internasional Buleleng terletak di kawasan perbatasan timur Kabupaten Buleleng.  Alasannya,  lokasi Bandara di kawasan perbatasan timur kabupaten Buleleng ini untuk menyeimbangkan konsentrasi pembangunan antara Bali bagian utara dan selatan.
    

Alternatif lokasi kedua merekomendasikan wacana bandara internasional Buleleng dibangun di kawasan barat Buleleng,  atau di dekat Kota Singaraja.
   

Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar
menjadi member (PREMIUM dan GOLD).   
 


SEKTOR AIR TRANSPORTATION LAINNYA :