|
(Jawa Barat) Meski belum memenuhi target produksi daya panas bumi, PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) belum akan menambah sumur produksi baru.
Manajer Tim Hubungan Eksternal PT Chevron Geothermal Indonesia Poespo Oetomo mengatakan tahun ini pihaknya belum akan menggali sumur baru dengan berbagai alasan terutama karena masih harus melakukan studi mengenai titik sumber panas bumi.
"Lamanya studi disesuaikan dengan tingkat kebutuhan bisa tiga bulan sampai satu tahun lamanya. Jadi, tidak bisa kita pastikan kapan studi itu selesai karena menuntut tingkat akurasi dan ketepatan," kata Poespo Oetomo.
Dikatakannya, untuk penggalian satu sumur minimal menghabiskan US$ 5 juta. Artinya, perusahaan tidak mau gegabah dalam menggali sumur karena tinggi investasi yang harus dikeluarkan untuk membuka satu sumur baru.
Berdasarkan kontrak perjanjian kerja, pemerintah memberikan luas wilayah kerja seluas 5.000 ha dengan jumlah 40 sumur dari berbagai kategori (sumur produksi, injeksi dan pantauan) untuk menghasilkan energi panas bumi sebesar 330 MW.
"Jumlah sumur produksinya saat ini ada 34 dan baru bisa menghasilkan energi 271 MW dari target yang diberikan pemerintah 330 MW," ujarnya.
Poespo menilai potensi panas buminya di Indonesia sangatlah besar mencapai 27.500 MW. Sebanyak 30% di antaranya ada di Jawa Barat yang diperkirakan bisa menghasilkan listrik sebesar 6.096 MW. Hanya, besarnya potensi energi panas bumi itu masih belum sejalan dengan kemudahan prosedur perizinan dari pemerintah daerah.
"Padahal, pelaksanaan pengeboran oleh Chevron telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat sejak 1984. Beberapa waktu lalu kita sempat berencana membuka empat sumur, namun sumur yang keempat bukan main susahnya perizinan," ucapnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD). |