|
Kementerian Perindustrian mendorong investor asal Amerika Serikat untuk menanamkan modalnya di bidang infrastruktur, alat berat, dan beberapa sektor lainnya di luar Pulau Jawa seiring dengan masih luasnya lahan yang tersedia.
Agus Tjahajana, Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian, menuturkan sejumlah investor dari Negeri Paman Sam tersebut telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia mulai tahun ini.
Menurutnya, ketertarikan investor AS tersebut disebabkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang dinilai stabil dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Mereka (investor AS) sangat tertarik berinvestasi di bidang infrastruktur, alat berat, engineering, dan radar untuk pelabuhan dan bandara," ujarnya.
Ke-4 sektor tersebut, ujarnya, merupakan keahlian utama yang dimiliki pengusaha AS sehingga mereka lebih memilih itu dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain.
Data Kemenperin menunjukkan beberapa perusahaan yang siap menanamkan modalnya di Indonesia, antara lain General Motors, PT Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G), dan beberapa perusahaan lainnya.
Agus menjelaskan sebelumnya General Motor memang pernah membuka pabrik di Indonesia, namun sempat tidak beroperasi.
Akhirnya General Motors memutuskan untuk mengaktifkan kembali pabrik mereka yang terbengkalai di Bekasi, Jawa Barat, dengan investasi US$ 150 juta.
Keputusan mereaktivasi pabrik di Indonesia itu langsung diumumkan petinggi GM South Eeast Asia beberapa waktu lalu.
"Mereka menilai kembalinya eksistensi GM di Indonesia itu untuk merespons tingginya permintaan mobil baru yang selama ini pasarnya selalu didominasi pabrikan Jepang, sekaligus ingin menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor GM di Asia Tenggara," tuturnya.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|