|
(Kalimantan Timur) Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menilai jalan trans-Kalimantan tidak sempurna tanpa adanya pembangunan Jembatan Pulau Balang sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara.
Komentar Awang tersebut terkait dengan pernyataan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto yang mengatakan Jembatan Pulau Balang baru akan dibangun oleh pemerintah bila kepadatan traffic dan sistem jaringan di sekitar jalur tersebut sudah memadai.
"Jalur hubung yang ada antara dua daerah di Kalimantan Timur itu selama ini dijangkau oleh feri dengan masa tunggu yang cukup lama hingga 2 sampai 3 jam. Masak tega membiarkan seperti itu," ujar Awang.
Dia menambahkan Jembatan Pulau Balang termasuk dalam salah satu proyek strategis Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang mendukung perekonomian Kalimantan. Presiden, ungkapnya, bahkan memberi komitmen pembangunan jembatan itu bersamaan dengan Jembatan Sei Tayan di Kalbar.
"Jadi, saya lebih percaya pada Presiden yang berkomitmen untuk membangun Jembatan Pulau Balang," tukasnya.
Awang juga mengungkapkan rencana Presiden untuk menggunakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dalam bidang infrastruktur. "Kami tinggal menunggu saja karena kami yakin pasti akan dibangun."
Sebelumnya, Djoko Murjanto berpendapatan pembangunan Jembatan Pulau Balang dilakukan sesuai dengan skala prioritas. Apabila kepadatan lalu lintas dianggap sudah memenuhi, imbuhnya, baru masuk membuat desain dan pengerjaan fisik.
Dia mengatakan berdasarkan kondisi saat ini, Jembatan Pulau Balang belum diutamakan meskipun sudah menjadi prioritas pembangunan.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|