|
Anak usaha PT Astra International (ASII), PT Astratel Nusantara tengah menjajaki proyek pelabuhan untuk mendukung bisnis-bisnis perseroan di sektor pertambangan dan perkebunan.
Direktur PT Astra International Tbk Anky Tisnadisastra usai rapat umum pemegang saham (RUPS) ASII mengatakan, perseroan menilai pelabuhan sebagai sektor yang menarik untuk dilirik.
Ia menambahkan, perseroan mengaku tertarik untuk mengembangkan pelabuhan salah satunya untuk mendukung kebutuhan bisnis perseroan di sektor pertambangan dan kelapa sawit.
"Kita akan masuk ke proyek pelabuhan itu untuk mendukung bisnis internal perusahaan seperti di sektor pertambangan dan perkebunan. Namun untuk masuk ke pelabuhan saat ini masih dalam kajian perusahaan," ujar dia.
Meski demikian, lanjut Anky, anak usaha perseroan itu masih fokus terhadap bisnis jalan tol dan pembangkit listrik. Hal itu juga sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan pengembangan infrastruktur baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
Ia mengatakan, tahun ini dana belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan untuk infrastruktur senilai Rp 5,8 triliun.
Anky mengemukakan, saat ini perseroan sudah memiliki beberapa ruas jalan tol, salah satunya ruas Kunciran-Serpong sepanjang 11.2 km yang bekerjasama dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Presiden Direktur ASII, Priyono Sugiarto menambahkan, tahun ini Astra menganggarkan belanja modal sebesar Rp 16,7 triliun.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|