(Jawa Timur) PT Perkebunan Nusantara X (Persero) melakukan optimalisasi kapasitas terpasang 11 pabrik gula yang dikelolanya untuk mengejar pencapaian target produksi sebanyak 557.000 ton pada musim giling tahun ini atau lebih tinggi dibanding realisasi musim giling 2011 sekitar 520.000 ton gula.
"Kapasitas terpasang 11 pabrik gula kami masih bisa dioptimalkan hingga 40.000 ton tebu per hari (TCD), sementara kapasitas yang terpakai pada giling tahun lalu sekitar 37.000 TCD," kata Direktur Utama PTPN X, Subiyono.
Menurut dia, optimalisasi juga dilakukan pada perbaikan pola tanam dan budi daya tanaman tebu serta manajemen tebang angkut, agar rendemen tebu mampu mencapai hingga 9%, sementara musim lalu rata-rata 7,95%.
Subiyono mengungkapkan, sembilan dari 11 pabrik gula yang dikelola PTPN X masuk dalam 10 besar nasional pabrik gula dengan rendemen terbaik. Satu pabrik lainnya adalah PG Assembagoes milik PTPN XI.
"Dari 10 pabrik gula terbaik itu, rendemen terbesar diperoleh Pesantren Baru yang mencapai 8,55%. Tahun ini kami harapkan bisa naik jadi 9%," tambah Subiyono.
Administratur PG Pesantren, H Arifin, menambahkan, pada musim giling kali ini, pihaknya menargetkan produksi gula sekitar 86.000 ton yang diperoleh dari penggilingan lebih kurang satu juta ton tebu dengan rendemen diharapkan bisa sekitar 9%.
Sementara pada musim giling 2011, PG Pesantren Baru yang memiliki kapasitas terpasang 6.000 TCD, mampu merealisasikan produksi sekitar 76.000 ton gula dengan tebu digiling mencapai 930.000 ton.
"Selain optimalisasi pabrik, kami juga meningkatkan jalinan kemitraan dengan petani untuk mendapatkan pasokan bahan baku tebu yang bagus. Kami optimistis bisa meraih kinerja lebih baik dibanding musim lalu," katanya.
Sebagai pabrik gula andalan, Pesantren Baru memberikan kontribusi
keuntungan usaha kepada PTPN X sekitar Rp 104 miliar pada 2011 dan
ditargetkan laba bisa naik menjadi Rp 110 miliar pada 2012.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).