|
Setelah melakukan uji coba pada lima Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) tahun lalu, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) akan memperluas penerapan sistem operasi terpadu (SOT) pada 12 Kontraktor KKS lainya pada tahun ini.
SOT merupakan sistem yang mengintegrasikan sistem manajemen informasi di BP Migas yang berhubungan dengan Kontraktor KKS. Salah satu manfaat penerapan sistem ini adalah pemantauan data produksi dapat dilakukan secara online. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan transparansi data dan pelaporan produksi.
Semenjak Oktober 2011, penerapan SOT ini sudah dilakukan di lima Kontraktor KKS, yaitu PT Chevron Pasific Indonesia, Chevron Indonesia Comany (CICo), VICO, ConocoPhillips, dan Total E&P Indonesie. Tahun ini penerapan SOT ini akan diperluas kepada 14 Kontraktor KKS.
"Apabila SOT tahap II ini selesai tahun 2012 ini, maka monitoring atas 90% produksi nasional dapat kita lakukan secara on-line. Inilah pentingnya kerjasama BP Migas dan KKKS merealisasikan implementasi SOT ini," ujar Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum BP Migas Lambok H, Hutauruk.
Menurutnya, 14 KKKS yang akan mulai menerapkan SOT tahun ini adalah PT Pertamina Hulu Energy WMO, PT Pertamina Hulu Energy ONWJ, PetroChina International, PT Pertamina EP BOB, PT Bumi Siak Pusako, Premier Oil Natuna Sea B.V, PT Medco E&P Indonesia CNOOC, ExxonMobil, BP Indonesia JOB, Pertamina-Talisman Jambi Merang, Hess Indonesia (Pangkah) Ltd dan Santos Pty.Ltd.
Kata Lambok, rapat kerja Teknologi Informasi BP Migas dan Kontraktor KKS 2012 diselenggarakan untuk membahas penerapan SOT tahap 2 di 14 Kontraktor KKS tersebut.
Kepala BP Migas, R. Priyono bilang kegiatan hulu migas harus dilakukan secara efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|