|
PT PLN (Persero) siap memasok listrik sebesar 300 MW guna memenuhi kebutuhan energi untuk operasional smelter industri nikel milik PT Bumi Modern Sejahtera (BMS) yang berlokasi di Sulawesi dan Jawa Timur. Hal ini tertuang dalam nota kesepahaman antara PLN dengan PT MBS yang ditandatangani Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan Dirut PT BMS David Honoris.
PT BMS merupakan badan usaha swasta yang bergerak di bidang investasi untuk pertambangan dan pengolahan khususnya biji nikel yang berencana membangun pabrik pengolahan biji nikel (smelter) di Sulawesi dan di Jawa Timur.
Rencananya, smelter milik BMS ini akan dilayani dengan layanan khusus sehingga dapat menjamin kualitas keandalan pasokan yang lebih baik. Untuk itu mengingat sifat beban smelter yang sangat spesifik, maka PLN akan terlebih dahulu melakukan kajian menyeluruh terkait dengan pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan Sulawesi dan Jawa-Bali, dampak pemakaian beban terhadap keandalan atau kualitas sistem kelistrikan di Sulawesi dan Jawa Timur serta hal-hal teknis lainnya. Pihak PLN dan BMS juga akan terlebih dahulu melakukan pembicaraan business to business untuk menentukan besaran tarif khusus yang nantinya akan dikenakan dalam transaksi jual beli listrik tersebut.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyatakan, kesepakatan ini merupakan langkah penting dan merupakan komitmen PLN untuk mendukung policy pemerintah hasil bahwa mineral tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah. "PLN mengontak beberapa produsen mineral yang menawarkan fasilitas smelter di Indonesia. Kebanyakan persoalannya adalah persoalan listrik, karena PLN berbisnis di bidang listrik maka PLN harus menyambut policy pemerintah tersebut dengan menyediakan listrik yang cukup besar," jelas Nur Pamudji.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|