|
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memastikan fasilitas penyimpanan dan bongkar muat terapung (floating storage and offloading/FSO) untuk proyek Blok Cepu tuntas pada Januari 2014.
Fasilitas itu sudah mulai digarap oleh PT Scorpa Pranedya dan Sembawang Shipyard sejak pekan lalu di Singapura.
Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengungkapkan, FSO untuk blok migas milik Mobil Cepu Limited nantinya merupakan hasil renovasi kapal MT Chios buatan Hyunday Heavy Industries. Kapal itu direnovasi sesuai kebutuhan, yakni menjadi FSO. Setelah dibersihkan di Pulau Karimun, kapal diserahkan ke Sembawang Shipyard di Singapura untuk digarap menjadi FSO dan setelah selesai baru dikirim ke Cepu.
"Penyelesian FSO ditargetkan bisa Januari 2014. Dengan begitu, fasilitas tersebut bisa sampai di Cepu pada akhir Januari 2014 dan bisa mendukung produksi pertama Blok Cepu pada Mei 2014," jelas Rudi.
Kapal MT Chios memiliki spesifikasi berupa kapal tipe double hull dengan draft 22,29 meter, moulded depth 31 meter, bobot mati (DWT) 301.824 ton, GRT 157,213 ton, dan kapasitas tangki 2.072.000 barel.
FSO itu merupakan bagian dari lima paket rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) Blok Cepu. FSO masuk dalam EPC-4 yang dimenangi oleh PT Scorpa Pranedya dan Sembawang Shipyard dengan nilai US$ 298,7 juta.
Keempat paket EPC lainnya adalah EPC-1 berupa pekerjaan fasilitas produksi senilai US$ 746,3 juta dimenangi konsorsium PT Tripatra Engineering dan Samsung Engineering pada 5 Agustus tahun lalu. EPC-2 berupa desain dan instalasi pipa desalinasi senilai US$ 57,03 juta digarap oleh PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dan PT Kelsri.
Lalu, EPC-3 berupa pembangunan pipa offshore dan mooring tower senilai US$ 131,64 juta digarap PT Rekayasa Industri dan LIKPIN LLC. Terakhir, EPC-5 berupa fasilitas pendukung senilai US$ 95,58 juta dimenangkan PT Hutama Karya dan PT Rekayasa Industri pada November 2011. Fasilitas pendukung ini terdiri atas waduk desalinasi air laut untuk disuntikan ke perut bumi, pembangunan jalan, kantor, pagar, dan tempat tinggal karyawan.
Seluruh pekerjaan EPC ditargetkan rampung dalam 36 bulan. Selanjutnya, permulaan produksi penuh lapangan akan menjadi tak lama setelah itu. Blok Cepu diperkirakan menghasikan minyak total 165 ribu barel per hari (bph) pada 2014. Sebelumnya, Blok Cepu sudah memulai produksi tahap awal di akhir 2008 dan mulai mengoperasikan fasilitas produksi awal (early production facility) pada Agustus 2009 sebanyak 20 ribu bph.
Untuk mendapatkan info detail ratusan proyek setiap hari, anda dapat mendaftar menjadi member (PREMIUM dan GOLD).
|